Rabu, Januari 21

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


KEBUTUHAN DASAR UNTUK MEMANDIRIKAN KLIEN (PART IV)

C.    KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL
1.      HAK-HAK KLIEN
a.        Hak Klien/Pasien
Hak pasien adalah kekuasaan kewenangan yang dimiliki oleh seseorang atausuatu badan hokum untuk mendapatkan atau memutuskan untuk berbuat sesuatu atau hak-hak pribadi yang di miliki manusia sebagai pasien, meliputi:
1)      Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit
2)      Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur
3)      Pasien berhak memperoleh pelayanan medis yangbermutu sesuai dengan standar profesi kedokteran/kedokteran gigi tanpa diskriminasi
4)      Pasien berhak memilih asuhan perawatan/standar profesi perawat
5)      Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginan nya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit
6)      Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat klinis dan pendapat etis nya tanpa campur tangan dari pihak luar
7)      Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang di derita nya, sepengetahuan dokter yang merawat
8)      Pasien berhak atas “privacy” dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya
9)      Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi penyakit yang diderita, tindakan medik yang hendak dilakukan, kemungkinan penyakit sebagai akibat tindakan-tindakan tersebut dan tindakan untuk mengatasinya, alternatif terapi lainnya, prognosanya dan perkiraan biaya perawatannya
10)  Pasien berhak menyetujui/memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya
11)  Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggungjawab nya sendiri setelah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya
12)  Pasien yang berada dalam keadaan kritis berhak didampingi oleh keluarganya
13)  Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai Agama/Kepercayaan yang di anutnya, selama itu tidak mengganggu pasien lainnya
14)  Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit
15)  Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit atas dirinya
16)  Pasien berhak menerima dan menolak bimbingan moril atau spritual
b.        Kewajiban Pasien
Kewajiban pasien adalah sesuatu yang harus diperbuat atau harus dilakukan seseorang atau suatu badan hukum, meliputi :
1)      Pasien dan keluarga nya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib rumah sakit
2)      Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter dan perawat dalam pengobatannya
3)      Pasien berkewajiban memberikan informasi dengan jujur dan selengkapnya tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter yang merawat
4)      Pasien atau keluarga yang bertanggung jawab terhadapnya berkewajiban untuk menyelesaikan biaya pengobatan, perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan selama perawatan.

2.      RASA AMAN DAN KESELAMATAN
a.      Pengertian
Keamanan adalah keadaan bebas dari cedera fisik dan psikologis atau bisa juga keadaan aman dan tentram (Potter dan Perry, 2006)
Kebutuhan akan keselamatan atau keamanan adalah kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya fisik. Ancaman terhadap keselamatan seseorang dapat dikategorikan sebagai ancaman mekanis, kimiawi, retmal dan bakteriologis. Kebutuhan akan keamanan terkait dengan konteks fisiologis dan hubungan interpersonal. Keamanan fisiologis berkaitan dengan sesuatu yang mengancam tubuh dan kehidupan seseorang. Ancaman itu bisa nyata atau hanya imajinasi (mis, penyakit, nyeri, cemas, dan sebagainya). Dalam konteks hubungan interpersonal bergantung pada banyak faktor, seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengontrol masalah, kemampuan memahami, tingkah laku yang konsisten dengan orang lain, serta kemampuan memahami orang-orang di sekitarnya dan lingkungannya. Ketidaktahuan akan sesuatu kadang membuat perasaan cemas dan tidak aman. (Asmadi, 2005)
b.      Klasifikasi Kebutuhan Keselamatan atau Keamanan
1)      Keselamatan Fisik
Mempertahankan keselamatan fisik melibatkan keadaan mengurangi atau mengelurkan ancaman pada tubuh atau kehidupan. Ancaman tersebut mungkin penyakit, kecelakaan,bahaya,atau pemajanan pada lingkungan. Pada saat sakit, seorang klien mungkin rentan terhadap komplikasi seperti infiksi, olehkarena itu bergantung padaprofesional dalam sistempelayann kesehatan untuk perlindungan.
Memenuhi kebutuhan keselamatan fisik kadang mengambil prioritas lebih dahulu di atas pemenuhankebutuhan fisiologis. Misalnya,seorang perawat mungkin perlu melindungiklien disointasi dari kemungkinan jatuh dari tempat tidur sebelum memberikan perawatan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. (Potter & Perry, 2005).
2)      Keselamatan Psikologis
Untuk selamat dan aman secara psikologi, seorang manusia harus memahami apa yang diharapkan dari orang lain, termasuk anggota keluarga dan profesionl pemberi perawatan kesehatan. Seseorang harus mengethuai apa yang diharapkan dari prosedur, pengalaman yang baru, dan hal-hal yang dijumpai dalam lingkungan. Setiap orang merasakan beberapa ancaman keselamatan psikologis pada pengalaman yang baru dan yang tidak dikenal. (Potter & Perry, 2005).
Orang dewasa yang sehat secara umum mampu memenuhi  kebutuhan  keselamatan  fisik  dan psikologis merekat tanpa bantuan dari profsional pemberi perawatan kesehatan.Bagaimanapun,orang yang sakit atau acat lebih renta untukterncam kesejahteraan fisik dan emosinya,sehingga intervensi   yang dilakukan perawat adalah untuk membantu melindungi mereka dari bahaya. (Potter & Perry, 2005).
c.       Lingkup Kebutuhan Keamanan atau keselamatan
1)      Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis yang terdiri dari kebutuhan terhadap oksigen, kelembaban yang optimum, nutrisi, dan suhu yang optimum akan mempengauhi kemampuan seseorang.
a)      Oksigen
Bahaya umum yang ditemukan dirumah adalah sistem pemanasan yang tidak berfungsi dengan baik dan pembakaran yang tidak mempunyai sistem pembuangan akan menyebabkan penumpukan karbondioksida.


b)      Kelembaban
Kelembaban akan mempengaruhi kesehatan dan keamanan klien, jika kelembaban relatifnya tinggi maka kelembaban kulit akan terevaporasi dengan lambat
c)      Nutrisi
Makanan yang tidak disimpan atau disiapkan dengan tepat atau benda yang dapat menyebabkan kondisi kondisi yang tidak bersih akan meningkatkan resiko infeksi dan keracunan makanan.
2)      Macam-macam bahaya/kecelakaan:
a)      Di rumah
b)      Di RS : Mikroorganisme
c)      Cahaya
d)     Kebisingan
e)      Cedera
f)       Kesalahan prosedur
g)      Peralatan medik, dll
3)      Cara  Meningkatkan keamanan:
a)      Mengkaji tingkat kemampuan pasien untuk melindungi diri
b)      Menjaga keselamatan pasien yang gelisah
c)      Mengunci roda kereta dorong saat berhenti
d)     Penghalang sisi tempat tidur
e)      Bel yg mudah dijangkau
f)       Meja yang mudah dijangkau
g)      Kereta dorong ada penghalangnya
h)      Kebersihan lantau
i)        Prosedur tindakan.
d.      Faktor – faktor yang Mempengaruhi Keamanan dan Kenyamanan
1)      Emosi
Kecemasan, depresi, dan marah akan mudah terjadi dan mempengaruhi keamanan
2)      Status Mobilisasi
Keterbatasan aktivitas, paralisis, kelemahan otot, dan kesadaran menurun memudahkan terjadinya resiko injury
3)      Gangguan Persepsi Sensory
Mempengaruhi adaptasi terhadaprangsangan yang berbahayaseperti gangguan penciuman dan penglihatan
4)      Keadaan Imunits
Gangguan ini akan menimbulkan daya tahan tubuh kurang sehingga mudah terserang penyakit
 5)      Tingkat Kesadaran
Pada pasien koma, respon akan enurun terhadap rangsangan, paralisis, disorientasi, dan kurang tidur.
6)      Informasi atau Komunikasi
Gangguan komunikasi seperti aphasia atau tidak dapat membaca dapat menimbulkan kecelakaan.
7)      Gangguan Tingkat Pengetahuan
Kesadaran akan terjadi gangguan keselamatan dan keamanan dapat diprediksi sebelumnya.
8)      Status nutrisi
Keadaan kurang nutrisi dapat menimbulkan kelemahan dan mudah menimbulkan penyakit, demikian sebaliknya dapat beresiko terhadap penyakit tertentu
9)      Usia
Pembedaan perkembangan yang ditemukan diantara kelompok usia anak-anak dan lansia mempengaruhi reaksi terhadap rasa aman
10)  Kebudayaan
Keyakinan dan nilai-nilai kebudayaan mempengaruhi cara individu mengatasi rasa aman yang mereka punyai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar