Selasa, Februari 3

Komplikasi dan Penyulit Kehamilan Trimester III



URAIAN MATERI STD
(Sexually Transmited Disease) / PMS (Penyakit Menular Seksual)

A.    PENDAHULUAN
Penyakit menular seksual (PMS) adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Menurut the Centers for Disease Control (CDC) terdapat lebih dari 15 juta kasus PMS dilaporkan per tahun. Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS, 3 juta kasus baru tiap tahun adalah dari kelompok ini.
B.     PENGERTIAN
STD/PMS adalah terdiri dari beberapa infeksi yang berbeda dan dan penyakit-penyakit yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual. Oleh karena itu banyak menyebutkan sebagai penyakit kelamin. PMS/STD bisa didefinisikan sebagai gangguan keseimbangan yang bersipat luas mulai dari kondisi inflamasi minor sampai penyakit yang bersipat mematikan, infeksi dapat secara lokal maupun sistemik, dapat disebabkan oleh jumlah patogen yang berbeda-beda seperti : Virus, bakteri, jamur/fungi, protozoa dan ectoparasit
C.    CARA PENULARAN
1.      Hubungan seks yang tidak terlindungi baik melalui vaginal, anal maupun oral seks
2.      Penularan dari ibu ke janin  selama kehamilan
3.      Melalui tranfusi darah, suntikan atau kontak langsung dengan cairan darah atau produk darah (Sypilis dan HIV/AIDS).
4.      Penularan dapat terjadi dari faktor-faktor  salain penularan secara seksual/tranmisi seksual diantaranya :
a.     Infeksi Pelvik
b.     Infeksi TraKtus Urinarius
c.      Syndrome Shock Toxic
5.      PMS  merupakan salah satu Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) yang ditularkan melalui hubungan seks pada perempuan ISR dapat menyebabkan diantaranya :
a.     Kemandulan
b.     Kehamilan di luar kandungan
c.      Kanker leher rahim
d.     Kelainan pada janin/bayi (BBLR)
e.      Infeksi bawaan sejak lahir
f.       Bayi mengalami kematian dan bayi lahir belum cukup dari umur kehamilan
ISR dapat terjadi sebagai akibat dari :
a.       Sisa kotoran yang tertinggal karena pembasuhan setelah BAB kurang baik
b.      Kesehatan Umum yang rendah
c.       Kurang kenbersihan alat kelamin, terutama pada saat haid
d.      Perkawinan pada usia terlalu muda dan bergonta-ganti pasangan
e.       Hubungan seksual dengan penderita infeksi
f.       Perlukaan pada saat keguguran, melahirkan atau perkosaan
g.      Kegagalan pelayanan kesehatan dalam sterilisasi alat dan bahan dalam melakukan pemeriksaan/tindakan disekitar saluran reproduksi   
D.    CARA PENCEGAHAN
1.      Menggunakan Kondom
2.      Bila terinfeksi PMS segera mencari pengobatan bersama pasangan seks
3.      Menghindari hubungan seks bila ada gejala PMS
E.     KLASIFIKASI
1.      Kondidiasis Vulvoganitis
Adalah penyakit infeksi vagina yang disebabkan oleh Candida Albican, sejenis jamur .
Gejala dan tanda-tandanya:
a.       Keputihan tampak seperti susu basi bergumpal, tidak berbau.
b.      Rasa gatal,panas,vulva merah dan bengkak didaerah kemaluan
c.       Bila mel;akukan hubungan seksual sering terasa sakit
Komplikasi :
a.     Kulit sekitar vulva meradang
b.     Memudahkan penularan infeksi HIV
2.      Vaginopsis Bakterial (VB)
Adalah penyakit infeksi vagina yang disebabkan oleh campuran gardnerella vaginalis dan bakteri anaerob

Gejala dan Tanda-tandanya :
a.       Cairan vagina berwarna keabu-abuan dan berbau amis terutama setelah senggama.
b.      Kadang-kadang vulva gatal
Komplikasi :
a.       Pada kehamilan berhubungan dengan kelahiran prematur dan BBLR
b.      Meninggalkan infeksi Tuba
c.       Memudahkan penularan infeksi HIV
3.      Trikomaniasis Vaginalis
Adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman sejenis protozoa/parasit yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Gejala dan tanda-tandanya :
a.       Keputihan encer, berwana kuning kehijauan berbusa dan berbau busuk
b.      Vulva agak bengkak,kemerahan,gatal dan terasa tidak nyaman.
Komplikasi
a.       Pada kehamilan dapat menyebabkan prematur dan BBLR
b.      Memudahkan penularan infeksi HIV
4.      Gonoroe/Kencing nanah
Adalah penyakit yang disebabkan kuman Neisseria Gonorhoe dan ditularkan melalui hubungan seksual, masa tunas antara 2 sampai 5 hari
Gejala dan Tanda-tandanya:
a.       Pada laki-laki
1)      Sakit dan panas pada saat BAK
2)      Pada pagi hari dari alat kemaluan keluar nanah yang berwarna kuning kehijau-hijauan.
b.      Pada Wanita
1)      Biasanya tanpa disertai gejala atau rasa sakit
2)      Keputihan (cairan vagina) kental, warna kekuningan
3)      Rasa nyeri dirongga panggul (Bila sudah ada komplikasi)
Komplikasi :
a.       Penyakit radang panngul (PRP)
b.      Kemungkinan terjadi kemandulan pada wanita maupun pria
c.       Infeksi pada mata pada bayi yang baru lahir yang dapat menyebabkan kebutaan
d.      Kehamilan Ektopik
e.       Memudahkan penularan infeksi HIV
5.      Klamidia
Adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia Trachomatis dan ditularkan melalui hubungan seksual, Kebanyakan tanpa gejala atau gejala berikut :
a.       Cairan vagina encer, berwarna putih kekuningan
b.      Rasa nyeri di rongga panggul
c.       Perdarahan setelah hubungan seksual
Komplikasi :
a.       PRP
b.      Kemungkinan mandul
c.       Kehamilan ektopik
d.      Infeksi mata berat atau radan paru-paru (Pneumonia) pada BBL
e.       Memudahkan penularan HIV
6.      Sypilis (Raja Singa)
Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Treponema Palidum
Ada 2 macam Sypilis
a.       Sypilis konginital (Spilis yang dibawa bayi sejak lahir)
Ada 3 macam Sypilis konginetal
1)      Sypilis konginetal dini
Timbul gejala pada usia < 2 tahun. Gejala dan tanda-tandanya meliputi :
a)      Lepuh-lepuh pada telapak tangan dan kaki
b)      Keluar lendir dan bernanah pada hidung dan mulut
c)      Radang pada tulang yang berbentuk yang panjang biasanya angka kematian sangat tinggi
2)      Sypilis konginetal lanjut
Timbul gejala pada usia > 2 tahun. Gejala dan tanda-tandanya meliputi :
a)      Bentuk gigi seperti pahat/tatah
b)      Bola mata keruh
c)      Dahi menonjol
d)     Kulit pada sudut bibir pecah-pecah
3)      Stygmata sypilis konginetal
Gejala yang tampak merupakan bekas yang ditinggalkan pada Sypilis. Gejala dan tanda-tandanya meliputi :
a)      Hidung bentuk  seperti pelana
b)      Wajah seperti Bulldog
c)      Gigi seperti pahat atau tatah
d)     Bola mata keruh
e)      Mengalami ketulian
b.      Sypilis Akuisita
Adalah penyakit Sypilis yang didapat atau ditularkan melalui   hubungan seksual dengan pasangan yang menderita Sypilis.
Perjalanan penyakit Sypilis Akuista melalui 3 tahapan “
1)      Sypilis Primer
Tampak luka tunggal pada kemaluian dan tidak nyeri
2)      Sypilis Sekunder
Bintik/bercak merah ditubuh, tetapi tidak teras gatal, kelenjar limfa regional membesar tanpa tanda radang (Limfadenopati), masa laten tanpa gejala
3)      Sypilis Tersier
Kelainan jantung, syaraf, kulit dan pembuluh darah
Komplikasi
a.       Bila tidak diobati secara tuntas, dapat menyebabkan kerusakan berat pada otak dan jantung
b.      Pada wanita hamil dapat ditularkan pada bayi dan dapat menyebabkan kegugran /bayi lahir cacat
c.       Memudahkan menularnya HIV/AIDS
Penanganan
Sebelum zaman antibiotika, syphilis diobati dengan neoarsphenamine (Salvarsan) dan bismuth.  Sekarang pengobatan syphilis dalam kehamilan dilakukan dengan penicillin, dan apabila penderita tidak tahan (alergi) penicillin, dapat diberikan secara desensitiasi.  Eritromisin tidak dianjurkan karena besar kemungkinan akan gagal untuk mengobati infeksi pada janin.
Untuk syphilis primer, sekunder, dan laten dini (kurang dari 1 tahun) dianjurkan mendapat Benzathine penicillin G dengan dosis 2,4 juta satuan IM sekali suntik (separuh di kanan dan separuh di kiri).  Untuk syphilis lama (late syphilis) diperlukan dosis yang lebih tinggi: 7,2 juta satuan (total) dibagi dalam 3 dosis masing-masing 2,4 juta satuam IM perminggu dalam 3 minggu.
Untuk syphilis kongenita pada neonatus dianjurkan pengobatan sebagai berikut: 100.000-150.000 satuan/kg BB aquaeous crystalline penicilline G perhari (diberikan 50.000 satuan/kg BB secara IV setiap 8-12 jam) atau 50.000 satuan/kg BB Procain penicillin perhari diberikan 1x IM selama 10-14 hari.
Bayi yang lahir dari ibu dengan syphilis boleh tetap mendapat ASI.  Bila ibu tersebut masih menderita lesi pada kulit, kontak dengan bayinya harus dihindari.
7.      Ulkus Mole/Choncroid
Adalah penykit infeksi yang disebkan oleh bakteri Haemophilus Dukreyti dan ditularkan melalui hubungan seks.
Gejala dan tanda-tandanya  
a.       Luka lebih dari satu buah, sangat nyeri tampak tanda radang jelas
b.      Benjolan pada lipat paha sangat sakit dan mudah pecah
Komplikasi 
a.       Luka bisa terinfeksi dan tampak kotor
b.      Memudahkan penularan HIV
8.      Herpes Genital
Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Herves Simplex Virus (HSV) dan ditularkan melalui hubungan seks
Gejala dan tanda-tandanya
a.       Infeksi tahap awal :
1)      Bintik-bintik berair berkelompok sangat nyeri pada alat kelamin
2)      Pecah dan meninggalkan luka kering berkerok, lalu hilang sendiri
3)      Rekurens
b.      Gejala kambuh lagi seperti di atas (tidak senyeri tahap awal) bila ada faktor pencetus (Stres, haid, alkohol, hubungan seks yang berlebihan)
Komplikasi  
a.       Lesi atau kutil dapat membesar dan tumbuh bersama
b.      Beberapa jenis HPV mungkin berhubungan erat dengan kanker mulut rahim
c.      Menyebabkan kematian janin dan bayi karena akibat dari ensefalitis herpes virus
d.      Pada bayi dapat dijumpai gelembung-gelembung pada kulit di seluruh badan, atau pada konjungtiva dan selaput lendir mulut.
e.       Bila transmisi terjadi pada kehamilan trimester I cenderung terjadi abortus atau malformasi congenital berupa mikroinsefali, sedangkan trimester II terjadi prematuritas. Pada bayi baru lahir dari ibu yang manderita herpes simplek akan mengalami kelinan berupa hepatitis, infeksi berat, ensefalitis, keratokonjungtivitis, erupsi kulit berupa vesikel herpetiformis dan bahkan busa lahir mati.
Penanganan
a.       Pemberian antibiotik Acylovir
Acyclovir dalam kehamilan tidak dianjurkan, kecuali bila infeksi yang terjadi merupakan keadaan yang mengancam kematian ibu, seperti adanya ensefalitis, pneumonitis, dan atau hepatitis, dimana acyclovir dapat diberikan secara IV.
b.      SC dianjurkan pada wanita yang pada saat kelahiran menunjukkan gejala-gejala akut pada genetalia, untuk menghindari penularan akibat kontak langsung.
c.       Untuk bayi lahir dari ibu dengan herpes simplek, banyak  runah sakit yang menganjurkan untuk mangisolasi bayi baru lahir dari ibu yang mengalami herpes simplek. Bayi harus diawasi ketat selama 1 bulan pertama kehidupannya. Untuk bayi dengan ibu herpes simplek dan melalui pervaginam harus diberikan profilaksis asiklovir intravena selama 5-7 hari dengan dosis 3x10 mg/kgBB/hari.
9.      HIV / AIDS
Adalah singkatan dari Acuired Immune Defisiency Syndrome yaitu sekumpulan gejala penyakit infeksi yang didapat karena menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh kuman HIV
Gejala dan tanda-tandanya
a.       Setelah infeksi dapat timbul gejala seperti Flu selama 2 minggu
b.      Kemudian sembuh dan tidak ada gejala selama 5-10 tahun
1)      Diikuti gejala-gejala ringan : Demam, keringat malam, diare kronis, lelah, batuk kronis penurunan berat badan
2)      Berlanjut menjadi gabungan gejala/penyakit kanker, syaraf, infeksi virus, jamur, bakteri, parasit.
Komplikasi
a.       Bila hamil, HIV dapat menular pada janin yang ada dalam kandungan
b.      Tahap akhir infeksi HIV : AIDS menyebabkan sakit berat dan kematian
F.      Beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang PMS:
1.      PMS dapat terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan
2.      Penularan PMS dapat terjadi walaupun hanya sekali melakukan hubungan seksual  tanpa menggunakan kondom dengan penderita PMS
3.      Tidak ada seorangpun yang kebal terhdap PMS
4.      Perempuan lebih mudah tertular PMS dari pasangannya dibandingkan sebaliknya, karena bentuk alatr kelaminnya dan luasnya permukaan yang terpapar oleh sperma pasangannya
5.      Infeksi atau borok pada alat reproduksi perempuan sering tersembunyi dan tidak mudah terlihat oleh petugas yang kurang terlatih. Disamping itu keluhannyapun tidak jelas dan perempuan sering merasa malu untuk menceritakan masalahnya dan diperiksa alat kelaminnya.
6.      ISR meningkatkan resiko penularan PMS/HIV/AIDS pada perempuan sepuluh kali lebih besar
7.      Beberapa PMS mungkin tidak menimbulkan gejala yang berarti pada perempuan, tetapi tetap dapat menularkan penyakit tersebut kepada pasangannya
8.      Tanda-tanda dan gejala PMS pada laki-laki biasanya tampak jelas sebagai luka atau duh tubuh  sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih awal
9.      PMS serting tidak diobati dengan benar, sehingga mengakibatkan penularan dan penderitaan yang berkepanjangan, kebanyakan PMS dapat diobati bila pengobatannya tepat dan pada saat yang tepat pula
10.  Komplikasi PMS seperti kemandulan dapat dicegah bila PMS segera diobati
11.  Belum ada vaksin atau imunisasi untuk PMS
12.  PMS meningkatkan kemungkinan tertular HIV/AIDS sebanyak 4x

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar