Senin, Februari 2

KONSEP EPIDEMIOLOGI



KONSEP EPIDEMIOLOGI

1.      DEFINISI EPIDEMIOLOGI
Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu secara harfiah terdiri dari Epi (pada/tentang), Demos (penduduk) dan Logos (Ilmu). Jadi Epidemiologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu tentang penduduk.
Beberapa definisi Epidemiologi berdasarkah tokoh-tokoh Epidemiologi :
a.       Hirach (1883)
Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian, distribusi, dan tipe penyakit manusia
b.      Frost (1927)
Epidemiologi adalah suatu ilmu induktif yang tidak hanya mendeskripsikan distribusi penyakit, melainkan kesesuaiannya dalam suatu filosofi yang konsisten
c.       Greewood (1934)
Epidemiologi adalah suatu penyakit sebagai fenomena massal
d.      Lilienfeld (1957)
Epidemiologi adalah studi distribusi suatu penyakit atau kondisi dalam populasi dan faktor yang mempengaruhi distribusi
e.       Taylor (1963)
Epidemiologi adalah studi kesehatan atau penyakit dalam populasi
f.       McMahon, Pugh & Ipsen (1970)
Epidemiologi adalah studi distribusi dan determinan frekuensi penyakit pada manusia
g.      Last, 1988
Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari penyebaran dan penentu dari keadaan dan peristiwa yang berkaitan dengan kesehatan dalam suatu populasi tertentu dan penerapan dari hasil studi tersebut untuk penanggulangan masalah kesehatan
h.      Noor Nasri Noor, 1997
Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari, menganalisis serta berusaha memecahkan berbagai masalah kesehatan pada suatu populasi tertentu
i.        Mac Mahon, 1970 ; Omran, 1974
Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan status kesehatan dan kejadiannya dalam suatu populasi.
j.        Azrul Azwar, 1988
Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya
Epidemiologi adalah suatu ilmu dasar dari kedokteran pencegahan dan kesehatan masyarakat yang mempelajari :
a.       Penyakit (status kesehatan)
b.      Frekuensi (enumerasi jumlah yang ada atau tingkat perkembangan dalam periode waktu spesifik)
c.       Determinan (faktor yg mempengaruhi distribusi)
d.      Metode (proses yg dilakukan untuk mendeskripsikan frekuensi & distribusi, rasional ilmiah yang digunakan untuk menentukan kausal distribusi penyakit dalam populasi)
e.       Populasi (populasi manusia tertentu)
Menurut WHO mendefinisikan epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari epidemiologi dan determinan dari peristiwa kesehatan dan peristiwa lainnya yang berhubungan dengan kesehatan yang menimpa sekelompok masyarakat serta menerapkan ilmu tersebut untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.
Adapun definisi Epidemiologi menurut CDC 2002, Last 2001, Gordis 2000 menyatakan bahwa EPIDEMIOLOGI adalah : “Studi yang mempelajari Distribusi dan Determinan penyakit dan keadaan kesehatan pada populasi serta penerapannya untuk pengendalian masalah-masalah kesehatan”

2.      SEJARAH PERKEMBANGAN EPIDEMIOLOGI
a.       Hippocrates 460 – 377 SM (Ahli epidemiologi pertama)
1)      Ahli Epidemiologi yang pertama yang menjelaskan terjadinya penyakit dari dasar yang rasional. Buku yang ditulis: Epidemic I, Epidemic II, On Airs, Waters, and Places. Memperkenalkan istilah epidemic dan endemic
2)      Menyatakan bahwa “Proses penularan penyakit berkaitan dengan faktor lingkungan”. Tertuang dalam tulisan “Epidemics” dan catatan “Airs, Waters and Places”.
3)      Masalah penyakit di masyarakat dan berbagai teori tentang hubungan sebab akibat terjadinya penyakit di masyarakat à Konsep epidemiologi pertama
b.      Galen 129 – 199 M
1)      Ahli bedah tentara romawi dan Bapak “Fisiologi Eksperimental” dan pencetus teori miasma yang menjelaskan faktor prokatartik (cara hidup orang) dan temperamen mempengaruhi kesehatan dan penyakit.
Teori miasma menjelaskan bahwa penyakit timbul akibat sisa dari mahluk hidup yang mati membusuk, meninggalkan pengotoran / polusi udara dan lingkungan.
2)      Menyatakan bahwa pengaruh lingkungan (geografi dan iklim) disebut miasma (istilah umum untuk partikel dalam udara). Contoh : Malaria è udara buruk.
c.       Thomas Sydenham (1624 – 1689)
Dikenal sebagai “Hippocrates Inggris” dan Bapak Epidemiologi. Menjelaskan bahwa atmosfer mengakibatkan perubahan konstitusi epidemik
d.      Noah Webster (1758 – 1843)
Pengumpul American Dictionary. Menjelaskan bahwa epidemik berkaitan dengan faktor lingkungan
e.       Pengembang Konsep Kontagion dan Teori Germ Penyakit
Teori kontagion menjelaskan tentang suatu penyakit terjadi karena terjadi proses kontak atau bersinggungan dengan sumber penyakit. Dengan kata lain sebagai suatu penularan penyakit atau zat penular. Contoh : bersentuhan, berciuman, hubungan seksual, pemakaian jarum sunti bersamaan, handuk dan alat makan, dll.
Sedangkan teori germ (teori jasad renik) dikenal karena pengaruh ditemukannya mikroskop sebagai suatu alat yang bisa melihat kuman (mikroorganisme) yang dianggap sebagai timbulnya suatu penyakit.


1)      Hieronymous Frascastorius (1478 – 1553)
Seorang sastrawan dan dokter dari Italia. Menjelaskan bahwa penyakit disebabkan oleh “germ”. Penyakit ditransmisikan dari orang ke orang melalui suatu partikel yang sangat kecil
2)      Igmatz Semmelweis (1818 – 1865)
Seorang Ahli Obstetri dari Hungaria. Menjelaskan bahwa demam nifas dapat direduksi jika para dokter mencuci tangan sebelum menolong persalinan
3)      Edward Jenner
Seorang penemu vaksin cacar )di akhir tahun 1700). Mendukung teori Fracastorius dan menerima teori germ penyakit
4)      Louis Pasteur
Berkontribusi dalam menguatkan teori germ penyakit dengan mendemonstrasikan efektivitas imunisasi pada pencegahan rabies dalam tahun 1885. Namun belum mampu mengisolasi virus rabies è menghalau teori miasma
f.       Tokoh Kelahiran Vital Statistik
1)      John Graunt (1662)
Seseorang yang melakukan analisis data mortalitas dalam tahun 1662. Dia juga melakukan kuantifikasi yang pertama dari pola kelahiran, kematian dan kejadian penyakit. Selain itu, mencatat perbedaan laki-laki dan perempuan, kematian bayi yang tinggi, perbedaan urban-rural, dan variasi musiman.
2)      Willian Farr (1839)
Seseorang yang melakukan pengumpulan data secara sistematik dan statistik kematian di Inggris. Dia dikenal sebagai Bapak Statistik vital moderen dan surveilens. Dia memperluas analisis data morbiditas dan mortalitas epidemiologi serta melihat efek status perkawinan, pekerjaan dan ketinggian
g.      Tokoh pada Studi Epidemiologi Klasik Awal
1)      James Lind
Seseorang yang melakukan studi epidemiologi ekperimen pada etiologi dan pengobatan scurvy (1753) dengan hasil bahwa dengan memakan jeruk merupakan obat untuk scurvy
2)      P L Panum
Seseorang yang mempelajari studi epidemiologi klasik tentang penyakit campak di pulau Faroe (1875)
3)      John Snow (1813 – 1858)
Sebagai ahli anestesi dan melakukan serial investigasi kolera di London. Dikenal sebagai Bapak Epidemiologi Lapangan yang melakukan studi epidemik kolera (1854).
Melakukan penelitian tentang penyebab kematian karena kolera di London 1848-1849 dan 1853-1854). Menjelaskan bahwa terdapat asosiasi antara sumber air minum dan kematian akibat kolera, dimana penyakit kolera menyebar karena adanya air yang terkontaminasi.
4)      Doll and Hill dkk ( 1950-an)
Mempelajari huungan. antara merokok dan kanker paru dan melakukan studi follow-up jangka panjang terhadap para dokter di Inggris. Dengan hasil bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kebiasaan merokok dan perkembangan kanker paru. Pelopor epidemiologi klinik.
5)      (Dawber, Kannel, dan Lyell, 1963. Gordon, Castelli, Hjortland, Kannel, dan Dawber, 1977)
Melakukan riset epidemiologi pada penyakit kronik
6)      (Freedman, Chear, Srinivasan, Webber, dan Berenson, 1985)
Bogalusa Heart Study
7)      (Stamler, Wentworth, dan Neaton, 1986)
Multiple Risk Factor Intervention Trial

PERISTIWA BERSEJARAH EPIDEMIOLOGI
Cukup banyak peristiwa-peristiwa penting bersejarah sepanjang perjalanan waktu epidemiologi dari masa kemasa. Sebagian diantaranya dapat disebutkan disini, yaitu :
a.       The Black Death
Pada abad ke 13-14 terjadi epidemi penyakit dengan mortalitas tinggi di seluruh dunia, disebut The Black Death (penyakit sampar, pes, Bubonic plague). Penyakit sampar atau pes disebabkan oleh Yersinia pestis yang menginfeksi rodensia (terutama tikus), lalu menular ke manusia melalui gigitan kutu (flea). Penyakit sampar menyebabkan demam, pembengkakan kelenjar limfe, dan bercak-bercak merah di kulit, sehingga wabah sampar disebut Bubonic Plague ( bubo‘ artinya inflamasi dan pembengkaan kelenjar limfe). The Black Death membunuh hampir 100 juta penduduk di seluruh dunia dalam tempo 300 tahun. Hampir sepertiga populasi Eropa (sekitar 34 juta) meninggal karena penyakit tersebut. Kematian dalam jumlah serupa terjadi pada penduduk China dan India. Timur Tengah dan benua Afrika juga mengalami epidemic tersebut. Meskipun jumlah total tidak diketahui, outbreak 1348 - 1349 diperkirakan telah membunuh 400,000 orang di Suriah.
Secara tradisi The Black Death diyakini disebabkan oleh salah satu dari tiga bentuk Yersinia pestis (bubonik, pneumoni, dan spetikemik). Tetapi beberapa ilmuwan dewasa ini menduga, penyakit itu disebabkan suatu virus yang menyerupai Ebola atau antraks. Dua peneliti biologi molekuler dari Universitas Liverpool, Profesor Christopher Duncan dan Susan Scott, menganalisis sejarah Bubonic Plague dan menerapkan biologi molekuler dengan modeling menggunakan komputer. Berdasarkan analisis, Duncan dan Scott mengemukakan teori bahwa agen penyebab wabah sampar bukan suatu bakteri melainkan filovirus yang ditularkan langsung dari manusia ke manusia.
Menurut Profesor Duncan, gejala The Black Death ditandai oleh demam mendadak, nyeri, perdarahan organ dalam, dan efusi darah ke kulit yang menimbulkan bercak-bercak di kulit, khususnya sekitar dada. Karena itu Duncan dan Scott menamai epidemi penyakit sampar “wabah hemoragis” (haemmorhagic plague), bukan Bubonic Plague yang lebih menonjolkan aspek pembesaran kelenjar limfe.
b.      Cacar dan Vaksinasi Edward Jenner (1749–1823).
Edward Jenner adalah penemu metode pencegahan cacar yang lebih aman, disebut vaksinasi. Cacar merupakan sebuah penyakit menular yang menyebabkan manifestasi klinis berat dan sangat fatal. Penyakit ini disebabkan oleh virus Variola major atau Variola minor. Cacar disebut Variola atau Variola vera, berasal dari kata Latin (varius) yang berarti bercak atau gelembung kulit. Terma (smallpox) dalam bahasa Inggris digunakan pertama kali di Eropa pada abad ke 15 untuk membedakan cacar dengan”great pox” (sifilis). Masa inkubasi sekitar 12 hari. Virus cacar menempatkan diri di dalam pembuluh darah kecil di bawah kulit, mulut dan tenggorokan. Pada kulit penyakit ini menyebabkan keropeng (ruam) berbentuk makulopapular, kemudian membentuk gelembung kulit berisi cairan. Penderita cacar mengalami keropeng kulit, sehingga disebut “speckled monster” (monster bernoda). Selain itu cacar menyebabkan kebutaan karena ulserasi kornea dan infertilitas pada penderita pria. Variola major lebih sering dijumpai, menyebabkan bentuk klinis yang berat, dengan lebih banyak keropeng kulit, panas yang lebih tinggi, dengan Case Fatality Rate (CFR) 30-35%. Angka kematian karena Variola major pada anak bisa mencapai 80%. Variola minor memberikan manifestasi klinis yang lebih ringan disebut alastrim, lebih jarang terjadi, dengan angka kematian sekitar 1% dari korban.
c.       Wabah Kolera
Pada 1816-1826 terjadi pandemi pertama kolera di berbagai bagian dunia. Penyakit itu menyerang korban dengan diare berat, muntah, sering kali berakibat fatal. Pandemi dimulai di Bengal (India), lalu menyebar melintasi India tahun 1820. Sebanyak 10,000 tentara Inggris dan tak terhitung pada penduduk India meninggal selama pandemi tersebut. Pandemi kolera meluas ke China, Indonesia (lebih dari 100,000 orang meninggal di pulau Jawa saja), dan Laut Kaspia, sebelum akhirnya mereda. Kematian di India antara 1817-1860 diperkirakan mencapai lebih dari 15 juta jiwa. Sebanyak 23 juta jiwa lainnya meninggal antara 1865-1917. Kematian penduduk di Rusia pada periode yang sama mencapai lebih dari 2 juta jiwa. Pandemi kolera kedua terjadi 1829-1851, mencapai Rusia, Hungaria (sekitar 100,000 orang meninggal) dan Jerman pada 1831, London pada 1832 (lebih dari 55,000 orang meninggal di Inggris), Perancis, Kanada (Ontario), dan Amerika Serikat (New York) pada tahun yang sama, pantai Pasifik Amerika Utara pada 1834. Outbreak selama dua tahun terjadi di Inggris dan Wales pada 1848 dan merenggut nyawa 52,000 jiwa.
d.      Influenza Besar (1918 - 1919 )
Pada Maret 1918 hingga Juni 1920 terjadi pandemi luar biasa yang disebut Influenza Besar (Flu Spanyol, The Great Influenza). Peristiwa itu dianggap pandemi yang paling mematikan dalam sejarah kemanusiaan. Penderita flu meninggal dalam tempo beberapa hari atau beberapa jam sejak gejala klinis. Virus influenza strain subtipe H1N1 yang sangat virulen diperkirakan menyerang 500 juta orang di seluruh dunia dan membunuh 50 hingga 100 juta orang hanya dalam waktu 6 bulan. Tidak seperti outbreak influenza lainnya, wabah Flu Spanyol tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak. Sebuah studi mengatakan, wabah itu menyerang 8-10 persen dari semua dewasa muda.

3.      RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI
Pada awalnya epidemiologi hanya mempelajari penyakit yang bersifat menular/infeksi dan akut. Pada perkembangan lebih lanjut, epidemiologi juga mempelajari penyakit tidak menular juga kronis, masalah sosial/prilaku, penilaian terhadap pelayanan kesehatan, serta di luar bidang kesehatan. Ruang lingkup epidemiologi, meliputi :
a.       Epidemiologi Penyakit Menular
b.      Epidemiologi Penyakit Tidak Menular
c.       Epidemiologi Klinik
Bentuk ini merupakan salah satu bidang epidemiologi yang sedang dikembangkan oleh para klinisi yang bertujuan untuk membekali para klinisi/dokter tentang cara pendekatan masalah melalui disiplin ilmu epidemiologi.
d.      Epidemiologi Kependudukan
Merupakan salah satu cabang ilmu epidemiologi yang menggunakan sistem pendekatan epidemiologi dalam menganalisis berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bidang demografi serta faktor-faktor yang mempengaruhi berbagai perubahan demografis yang terjadi di dalam masyarakat.
e.       Epidemiologi Gizi
Digunakan dalam analisis masalah gizi masyarakat dimana masalah ini erat hubungannya dengan berbagai faktor yang menyangkut pola hidup masyarakat.
f.       Epidemiologi Pelayanan Kesehatan
Bentuk ini merupakan salaah satu sistem pendekatan manajemen dalam menganalisis masalah, mencari faktor penyebab timbulnya suatu masalah serta penyusunana rencana pemecahan masalah tersebut secara menyeluruh dan terpadu.
g.      Epidemiologi Lingkungan dan Kesehatan Kerja
Bentuk ini merupakan salah satu bagian epidemiologi yang mempelajari serta menganalisis keadaan kesehtan tenaga kerja akibat pengaruh keterpaparan pada lingkungan kerja,serta kebiasaan hidup para pekerja
h.      Epidemiologi Kesehatan Jiwa
Merupakan salah satu dasar pendekatan dan analisis masalah gangguan jiwa dalam masyarakat yang mempengaruhi timbulnya gangguan jiwa dalam masyarakat.
i.        DLL
Ruang Lingkup Epidemiologi :
a.       Definisi penyakit
b.      Kejadian penyakit
c.       Penyebab penyakit
d.      Keluaran penyakit
e.       Pengelolaan penyakit dan pencegahan penyakit

4.      MACAM-MACAM EPIDEMIOLOGI
Epidemiologi menekankan upaya menerangkan bagaimana distribusi penyakit dan bagaimana berbagai komponen menjadi faktor penyebab penyakit tersebut. Untuk mengungkapkan dan menjawab masalah tersebut, epidemiologi melakukan berbagai cara yang selanjutnya menjadikan epidemiologi dapat dibagi dalam beberapa metode.
Metode Epidemiologi adalah cara pendekatan ilmiah dalam mencari faktor penyebab serta hubungan sebab akibat terjadinya peristiwa tertentu pada suatu kelompok penduduk tertentu. Pada dasarnya metode epidemiologi dibagi 3, yaitu :

Macam-macam metode Epidemiologi, yaitu :
a.       Deskriptif
Epidemiologi deskriptif mempelajari tentang frekuensi dan distribusi suatu masalah kesehatan dalam masyarakat. Keterangan tentang frekuensi dan distribusi suatu penyakit atau masalah kesehatan menunjukan tentang besarnya masalah itu dalam pertanyaan mengenai faktor who (siapa), where (dimana) dan when (kapan).
1)      Siapa
Merupakan pertanyaan tentang faktor orang yang akan di jawab dengan mengemukakan perihal mereka yang terkena masalah. Bisa mengenai variable umur, jenis kelamin, suku, agama, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Faktor-faktor ini biasa disebut sebagai variabel epidemiologi/demografi. Kelompok orang yang potensial atau punya peluang untuk menderita sakit atau mendapatkan resiko, biasanya disebut population at risk (populasi berisiko).
2)      Dimana
Pertanyaan ini mengenai faktor tempat dimana masyarakat tinggal atau bekerja atau dimana saja ada kemungkinan mereka menghadapi masalah kesehatan. Faktor tempat ini dapat berupa kota (urban), dan desa (rural), pantai dan pegunungan, daerah pertanian, industri, tempat bermukim atau bekerja.
3)      Kapan
Kapan kejadian penyakit berhubungan juga dengan waktu. Faktor waktu ini dapat berupa jam, hari, minggu, bulan, dan tahun, musim hujan dan musim kering.
Contoh :
“Banyaknya penderita TBC di daerah Sulawesi Selatan adalah 25.000 lelaki pada tahun 1992. ”
b.      Analitik
Adalah menegakkan hipotesis tentang hubungan sebab akibat terjadinya keadaan kesehatan atau penyakit serta menguji hipotesis melalui pengamatan langsung dengan menilai sifat penyebaran alamiah dalam masyarakat. Menjawab : Why.
Epidemiologi Analitik berkaitan dengan upaya epidemiologi untuk menganalisis faktor penyebab (determinant) msalah kesehatan. Disini diharapkan epidemiologi mampu menjawab pertanyaan kenapa (why) apa penyebab terjadinya masalah itu.
Contoh :
“Setelah ditemukan secara deskriptif bahwa banyak perokok yang menderita kanker paru, maka perlu dianalisis lebih lanjut apakah rokok itu merupakan faktor determinan/penyebab terjadinya kanker paru.”
c.       Eksperimental
Adalah melakukan analisis secara langsung tentang hubungan sebab akibat melalui percobaan-percobaan, baik di laboratorium maupun di masyarakat.
Salah satu hal yang perlu dilakukan sebagai pembuktian bahwa suatu faktor sebagai penyebab terjadinya suatu luaran (output = penyakit), adalah diuji kebenaranya dengan percobaan (eksperimen).
Contoh :
“Jika rokok dianggap sebagai penyebab kanker paru maka perlu dilakukan eksperimen jika rokok dikurangi maka kanker paru akan menurun atau sebaliknya. Untuk ini dilakukan perbandingan antara kelompok orang yang merokok dengan orang yang tidak merokok, kemudian dilihat jumlah penderita penyakit kanker paru untuk masing-masing kelompok. Dari perbedaan yang ada dapat disimpulkan ada atau tidaknya pengaruh rokok terhadap penyakit kanker paru tersebut.
Ketiga jenis epidemiologi ini tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainya saling berkaitan dan mempunyai peranan masing-masing sesuai tingkat kedalaman pendekatan epidemiologi yang dihadapi. Secara umum dapat dikatakan bahwa pengungkapan dan pemecahan masalah epidemiologi dimulai dengan epidemiologi deskriptif, lalu diperdalam dengan epidemiologi analitik dan disusul dengan melakukan epidemiologi eksperimental.
Jenis-jenis epidemiologi dapat juga dilihat dari aspek lain sehingga ditemukan berbagai jenis epidemiologi lainya. Misalnya ada epidemiologi penyakit menular, kependudukan, kesehatan reproduksi, statistik, farmasi,dll.

5.      KEGUNAAN / PERANAN EPIDEMIOLOGI
Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan maka epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa :
a.       Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan atau penyakit dalam suatu masyarakat tertentu dalam usaha mencari data untuk pencegahan dan penanggulangannya.
b.      Menyiapkan data atau informasi untuk keperluan perencanaan program dengan menilai status kesehatan masyarakat serta memberi gambaran tentang kelompok penduduk yang terancam.
c.       Membantu menilai berbagai hasil dari setiap bentuk program kesehatan
d.      Mencari dan mengembangkan metodologi dalam menganalisis penyakut serta cara menanggulanginya, baik penyakit perorangan (dianalisis dalam kelompok) maupun Kejadian Luar Biasa adalm masyarakat

6.      PRINSIP-PRINSIP EPIDEMIOLOGI
Adapun prinsip-prinsip epidemiologi adalah :
a.       Mempelajari sekelompok manusia atau masyarakat yang mengalami masalah kesehatan.
b.      Menunjuk kepada banyaknya masalah kesehatan yang ditemukan pada populasi yang dinyatakan dengan frekuensi atau rasio
c.       Menunjuk kepada banyaknya masalah kesehatan yang diperinci menurut keadaan tertentu (waktu, tempat, orang yang mengalami masalah)
d.      Merupakan kegiatan tertentu yang dilakukan untuk mengkaji masalah kesehatan sehingga diperoleh kejelasan dari masalah tersebut.

7.      TERJADINYA PENYAKIT / MASALAH KESEHATAN
Proses terjadinya penyakit atau masalah kesehatan di masyarakat meliputi beberapa teori yaitu :
a.       Penyakit timbul karena gangguan makhluk halus.
b.      Teori Hypocrates, bahwa penyakit timbul karena pengaruh lingkungan terutama: air, udara, tanah, cuaca (tidak dijeIaskan kedudukan manusia dalam lingkungan).
c.       Teori Humoral, dimana dikatakan bahwa penyakit timbul karena gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh.
d.      Teori Miasma, penyakit timbul karena sisa dari mahkluk hidup yang mati membusuk, meninggalkan pengotoran udara dan Iingkungan.
e.       Teori jasad renik (teori Germ), terutama setelah ditemukannya mikroskop dan dilengkapi teori imunitas.
f.       Teori nutrisi dan Resistensi, hasil pengamatan berbagai pengamatan epidemiologis.
g.      Teori Ekologi lingkungan, bahwa manusia berinteraksi dengan penyebab dalam Iingkungan tertentu dapat menimbulkan penyakit.
Konsep penyebab dan proses terjadinya penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat kesuatu proses kejadian penyakit yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (biologis, Fisiologis, Psikologis, Sosiologis dan antropologis) dengan penyebab (agent) serta dengan lingkungan (enviroment).
a.       Segitiga Epidemiologi
Segitiga epidemiologi merupakan konsep dasar epidemiologi yang memberi gambaran tentang hubungan antara tiga faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Segitiga epidemiologi merupakan interaksi antara Host (penjamu), Agent (penyebab) dan Environment (lingkungan). Pada saat terjadi ketidakseimbangan antara Host, Agent dan Environment akan menimbulkan penyakit pada individu atau masalah kesehatan di masyarakat


a.       Jaring-jaring Sebab Akibat



Menurut model ini, suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat. Dengan demikian maka timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai pada berbagai titik.

b.      Model Lingkaran atau Roda


Seperti halnya dengan model jaring-jaring sebab akibat, model roda memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. Disini dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Besarnya peranan dari masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan.




1.      FAKTOR RESIKO TERJADINYA MASALAH KESEHATAN
Dengan menggunakan paradigma epidemiologi klasik yang menganggap terjadinya penyakit atau masalah kesehatan sebgai hasil akhir dari interaksi pejamu (host), agent (bibit penyakit) dan lingkungan (environment).
a.       Pejamu (Host)
Adalah faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan suatu penyakit. Macam-macam faktor pejamu, antala lain :
1)      Faktor keturunan
Dalam dunia kedokteran dikenal dengan berbagai penyakit yang dapat diturunkan seperti riwayat alergis, kelainan jiwa dan beberapa penyakit kelainan darah.
2)      Mekanisme pertahanan tubuh
Jika pertahahn tubuh baik maka dalam batas-batas tertentu jenis penyakit akan dapat diatasi.
3)      Umur
Pada saat ini dikenal penyakit tertentu yang hanya menyerang golongan umur tertentu. Misalnya penyakit campak, polio dan difteri yang banyak ditemukan pada anak-anak.
4)      Jenis kelamin
Beberapa penyakit tertentu hanya pada jenis kelamin tertentu saja. Misalnya tumor leher rahim
5)      Ras
Beberapa ras tertentu diduga lebih sering menderita beberapa penyakit tertentu. Misalnya penyakit hemofili yang lebih banyak ditemukan pada orang barat.
6)      Status perkawinan
7)      Pekerjaan
Melihat dari tingkat stress dan beban masalah yang dihadapi, serta kejiwaanya.
8)      Kebiasaan hidup
b.      Bibit penyakit (agent)
Suatu substansi atau elemen tertentu yang kehadiran atau ketidakhadirannya dapat menimbulkan atau mempengaruhi penyakit.
Agent adalah faktor yang menyebabkan penyakit atau masalah kesehatan. Dan penyebab agent menurut model segitiga epidemilogi terdiri dari biotis dan abiotis.
1)      Biotis, khususnya pada penyakit menular yaitu terjadi dari 5 golongan
a)      Protozoa : misalnya Plasmodium, amodea
b)      Metazoa : misalnya arthopoda , helminthes
c)      Bakteri : misalnya Salmonella, meningitis
d)     Virus misalnya : dengue, polio, measies, lorona
e)      Jamur Misalnya : candida, tinia algae, hystoples osis
2)      Abiotis, terdiri dari
a)      Nutrient Agent, misalnya kekurangan /kelebihan gizi (karbohididrat, lemak, mineral, protein dan vitamin).
b)      Chemical Agent, misalnya pestisida, logam berat, obat-obatan
c)      Physical Agent, misalnya suhu, kelembaban panas, kardiasi, kebisingan.
d)     Mechanical Agent, misalnya pukulan tangan kecelakaan, benturan, gesekan, dan getaran
e)      Psychis Agent, misalnya gangguan phisikologis stress depresi
f)       Phycologis Agent, misalnya gangguan genetik.
c.       Lingkungan (environment)
Adalah agregat dari seluruh kondisi dan pengaruh-pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan suatu organisme.
Unsur lingkungan memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan terjadinya sifat karakteristik individu sebagai pejamu dan itu memegang peranan dalam proses kejadian penyakit.
1)      Lingkungan Biologis
Segala flora dan fauna yang berada di sekitar manusia yang antara lain meliputi :
a)     Beberapa mikroorganisme patogen dan tidak patogen
b)     Vektor pembawa infeksi
c)      Berbagai binatang dan tumbuhan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, baik sebagai sumber kehidupan (bahan makanan dan obat-obatan), maupun sebagai reservoir/sumber penyakit atau pejamu antara (host intermedia)
d)     Fauna sekitar manusia yang berfungsi sebagai vektor penyakit tertentu terutama penyakit menular.
Lingkungan biologis tersebut sangat berpengaruh dan memegang peranan yang penting dalam interaksi antara manusia sebagai pejamu dengan unsur penyebab, baik sebagai unsur lingkungan yang menguntungkan manusia (sebagai sumber kehidupan) maupun yang mengancam kehidupan / kesehatan manusia.
2)      Lingkungan Fisik
Keadaan fisik sekitar manusia yang berpengaruh terhadap manusia baik secara langsung, maupun terhadap lingkungan biologis dan lingkungan sosial manusia. Lingkungan fisik (termasuk unsur kimiawi serta radiasi) meliputi :
a)     Udara keadaan cuaca, geografis, dan golongan
b)     Air, baik sebagai sumber kehidupan maupun sebagai bentuk pemencaran pada air, dan
c)      Unsur kimiawi lainnya pencemaran udara, tanah dan air, radiasi dan lain sebagainya.
Lingkungan fisik ini ada yang termasuk secara alamiah tetapi banyak pula yang timbul akibat manusia sendiri.
3)      Lingkungan Sosial
Semua bentuk kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, sistem organisasi. Serta instusi/peraturan yang berlaku bagi setiap individu yang membentuk masyarakat tersebut. Lingkungan sosial ini meliputi :
a)     Sistem hukum, administrasi dan lingkungan sosial politik, serta sistem ekonomi yang berlaku;
b)     Bentuk organisasi masyarakat yang berlaku setempat
c)      Sistem pelayanan kesehatan serta kebiasaan hidup sehat masyarakat setempat, dan
d)     Kebiasaan hidup masyarakat
e)     Kepadatan penduduk. Kepadatan rumah tangga, serta berbagai sistem kehidupan sosial lainnya.

2.      UKURAN-UKURAN EPIDEMIOLOGI
Dalam pengertian dan tujuan dari epidemiologi tertuang bahwa epidemiolog dipakai untuk melihat bagaimana penyebaran penduduk dan masalah kesehatan (penyakit). Untuk itu epidemiologi membagi ukuran ke dalam dua tipe yaitu :
a.       Ukuran yang dipakai untuk menghitung angka kesakitan atau morbiditas
Ukuran atau angka morbiditas adalah jumlah penderita yang dicatat selama 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun.
Angka ini dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan kesehatan secara umum, mengetahui keberhasilan program-program pemberantasan penyakit, dan sanitasi lingkungan serta memperoleh gambaran pengetahuan penduduk terhadap pelayanan kesehatan
Secara umum ukuran yang banyak digunakan dalam menentukan morbiditas adalah angka, rasio, dan proporsi
1)      Rate
Rate atau angka merupakan proporsi dalam bentuk khusus perbandingan antara pembilang dengan penyebut atau kejadian dalam suatu populasi teterntu dengan jumlah penduduk dalam populasi tersebut dalam batas waktu tertentu. Rate terdiri dari berbagai jenis ukuran diataranya adalah :
a)      Incidence Rate
Incidence Rate suatu penyakit tertentu adalah jumlah kasus baru yang terjadi di kalangan penduduk selama periode waktu tertentu.
b)      Attack Rate
Attack Rate suatu penyakit tertentu adalah jumlah kasus selama epidemi atau incidence rate pada suatu epidemi yang terjadi di kalangan penduduk.
c)      Prevalence Rate
Prevalence Rate suatu penyakit tertentu adalah mengukur jumlah orang di kalangan penduduk yang menderita suatu penyakit pada satu titik waktu tertentu.
 d)     Period Prevalence
Period Prevalence suatu penyakit tertentu adalah mengukur jumlah rata-rata orang di kalangan penduduk (mid period population) yang menderita suatu penyakit selama periode tertentu.

Period Prevalence terbentuk dari prevalence pada suatu titik waktu ditambah kasus-kasus baru (incidence), dan kasus-kasus yang kambuh selama periode observasi.
2)      Ratio
Rasio adalah nilai relatif yang dihasilkan dari perbandingan dua nilai kuantittif yang
pembilangnya tidak merupakan bagian dari penyebut.
 3)      Proporsi
Proporsi adalah perbandingan dua nilai kuantitatif yang pembilangnya merupakan bagian dari penyebut.
Penyebaran proporsi adalah suatu penyebaran persentasi yang meliputi proporsi dari jumlah peristiwa-peristiwa dalam kelompok data yang mengenai masing-masing kategori atau subkelompok dari kelompok itu.

b.      Ukuran yang dipakai untuk menghitung angka kematian, meliputi :
1)      Crude Death Rate (CDR) atau Angka Kematian Kasar
Angka keamtian kasar adalah jumlah kematian yang dicatat selama 1 tahun per 1000 penduduk pada pertengahan tahun yang sama. Disebut kasar karena angka ini dihitung secara menyeluruh tanpa memperhatikan kelompok-kelompok tertentu di dalam populasi dengan tingkat kematian yang berbeda-beda.
                   Manfaat CDR
a)      Sebagai gambaran status kesehatan masyarakat
b)      Sebagai gambaran tingkat permasalahan penyakit dalam masyarakat
c)      Sebagai gambaran kondisi sosial ekonomi
d)     Sebagai gambaran kondisi lingkungan dan biologi
e)      Untuk menghitung laju pertumbuhan penduduk
2)      Age Specific Death Rate (ASDR) atau Angka Kematian Menurut Golongan Umur
Angka kematian menurut golongan umur adalah perbandingan antara jumlah kematian yang dicatat selama 1 tahun pada penduduk golongan umur x dengan jumlah penduduk golongan umur x pada pertengahan tahunManfaat ASDR sebagai berikut :
a)      Untuk mengetahui dan menggambarkan derajat kesahatan masyarakat dengan melihat kematian tertinggi pada golongan umur
b)      Untuk membandingkan taraf kesehatan masyarakat di berbagai wilayah
c)      Untuk menghitung rata-rata harapan hidup
3)      Cause Disease Specific Death Rate (CDSDR) atau Angka Kematian Akibat Penyakit Tertentu
Angka Kematian Akibat Penyakit Tertentu adalah Jumlah kematian karena TBC di satu daerah dalam waktu satu tahun dengan jumlah penduduk rata-rata (pertengahan tahun) pada daerah dan tahun yang sama

4)      Under Five Mortality Rate (UFMR) atau Angka Kematian Balita
Angka Kematian Balita adalah gabungan antara angka kematian bayi dengan angka kematian anak umur 1-4 tahun yaitu jumlah kematian balita yang dicatat selam satu tahun per 1000 penduduk balita pada tahun yang sama.
Angka kematian balita sangat penting untuk mengukur taraf kesehatan masyarakat karena angka ini merupakan indikator yang sensitif untuk sataus kesehatan bayi dan anak.
5)      Neonatal Mortality Rate (NMR) atau Angka Kematian Neonatal
Neonatal adalah bayi yang berumur kurang dari 28 hari. Angka Kematian Neonatal adalah jumlah kematian bayi yang berumur kurang dari 28 hari yang dicatat selama 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.
                    Manfaat dari angka kematian neonatal adalah sebgai berikut :
a)      Untuk mengetahuai tinggi rendahnya perawatan post natal
b)      Untuk mengetahui program Imuninsasi
c)      Untuk pertolongan persalinan
d)     Untuk mengetahui penyakit infeksi
6)      Perinatal Mortality Rate (PMR) atau Angka Kematian Perinatal
Angka kematian perinatal adalah jumlah kematian janin yang dilahirkan pada usia kehamilan berumur 28 minggu atau lebih ditambah kematian bayi yang berumur kurang dari 7 hari yang dicatat dalam 1 tahun per 1000 kelahiran kelahiran hidup pada tahun yang sama. 
Manfaat dari angka kematian perinatal adalah untuk menggambarkan keadaan kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu hamil dan bayi
Faktor yang mempengaruhi tinggnya PMR adalah sebagai berikut :
a)      Banyak bayi dengan berat badan lahir rendah
b)      Status gizi ibu dan bayi
c)      Keadaan sosial ekonomi
d)     Penyakit infeksi terutama ISPA
e)      Pertolongan persalinan
7)      Infant Mortality Rate (IMR) atau Angka Kematian Bayi
Angka Kematian Bayi adalah perbandingan jumlah penduduk yang berumur kurang dari 1 tahun yang diacat selama 1 tahun dengan 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.Manfaat dari perhitungan angka kematian bayi adalah sebagai berikut :
a)      Untuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi
b)      Untuk Mengetahui tingkat pelayanan antenatal
c)      Untuk mengetahui status gizi ibu hamil
d)     Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Program Keluaga berencana (KB)
e)      Untuk mengetahui kondisi lingkungan dan sosial ekonomi
8)      Maternal Mortality Rate (MMR) atau Angka Kematian Ibu
Angka kematian ibu adalah jumlah kematian ibu akibat komplikasi kehamilan, persalinan, dan masa nifas yang dicatat selama 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.
                   Tinggi rendahnya angka MMR tergantung kepada :
a)      Sosial ekonomi
b)      Kesehatan ibu sebellum hamil, persalinan, dan masa nasa nifas
c)      Pelayanan terhadap ibu hamil
d)     Pertolongan persalinan dan perawatan masa nifas
c.       Ukuran yang dipakai untuk menghitung angka kesuburan atau fertilitas, meliputi :
1)      Crude Birth Rate (CBR) atau Angka kelahiran kasar
Angka kelahiran kasar adalah semua kelahiran hidup yang dicatat dalam 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun yang sama.

Angka kelahiran kasar ini dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat fertilitas secara umum dalam waktu singkat tetapi kurang sensitif untuk :
a)      Membandingkan tingkat fertilitas dua wilayah
b)      Mengukur perubahan tingkat fertilitas karena perubahan pada tingkat
kelahiran akan menimbulkan perubahan pada jumlah penduduk
2)      Age Spesific Fertilty Rate (ASFR) atau Angka Fertilitas Menurut Golongan Umur
Angka fertilitas menurut golongan umur adalah jumlah kelahiran oleh ibu pada golongan umur tertentu yang dicatat selam 1 tahun yang dicata per 1000 penduduk wanita pada golongan umur tertentu apda tahun yang sama.
Angka fertilitas menurut golongan umur ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan pada angka kelahiran kasar karena tingkat kesuburan pada setiap golongan umur tidak sama hingga gambaran kelahiran menjadi lebih teliti.
3)      Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Fertilitas Total
Angka fertilitas total adalah jumlah angka fertilitas menurut umur yang dicatat selama 1 tahun.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar