Jumat, Mei 11

Anatomi & Fisiologi Organ Reproduksi Wanita

ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI WANITA INTERNA DAN EKSTERNA


Organ-organ reproduksi membentuk apa yang dikenal sebagai traktus genitalis yang berhubungan dengan traktus urinarius. Pada perempuan traktus genitalis erat hubungannya dengan rongga peritoneum. Organ perempuan untuk pembentukan keturunan dapat dibagi dalam dua kelompok
yaitu :

A. Genitalia Externa
Yaitu alat kandungan yang dapat dilihat dari luar bila wanita dalam posisi litotomi yang berfungsi untuk kopulasi  { persetubuhan }.
 

                Meliputi semua organ yang didapatkan antara os pubis, ramus
inferior dan perineum. Pada umumnya disebut Vulva, ialah :

1. Mons Veneris / mons pubis
                Mons Veneris atau yang disebut juga dengan Tundun adalah sebuah bantalan lemak yang terletak di depan simfisis pubis. Setelah pubertas kulit dari Mons Veneris tertutup oleh rambut.

2. Labia Mayora
                Adalah dua lipatan tebal yang membentuk sisi vulva dan terdiri atas kulit dan lemak,jaringan otot polos, pembuluh darah dan serabut saraf. Labia Mayora Sinistra dan dextra bersatu di sebelah belakang dan merupakan batas depan dari perineum, disebut Commisura Posterior (frenulum). Labia Mayora terdiri dari dua permukaan yaitu :
         Facies eksterna, menyerupai kulit biasa dan berambut
         Facies interna , menyerupai selaput lendir dan mengandung kelenjar  sebacea

3. Labia Minor
                Merupakan lipatan kulit yang terdapat diantara kedua labium Minora. Membentang dari clitoris sampai ke orificium vagina. Kearah anterior, labium Minus melintasi Clitoris sebagai preputium clitoridis. Pada bagian ini terdapat banyak pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.

4. Clitoris
                Homolog dengan penis pria. Letaknya anterior dalam Vestibula. Mengandung banyak urat-urat saraf sensoris, dan pembuluh-pembuluh darah. Kira-kira sebesar kacang hijau sampai cabai rawit dan ditutupi Frenulum Clitoridis. Glans Clitoris berisi jaringan yang dapat berereksi, sifatnya amat sensitive karena memiliki serabut saraf.

5. Vestibulum { serambi }
                Merupakan rongga yang berada disebelah lateral dibatasi oleh kedua labia minora, disebelah anterior dibatasi oleh clitoris, disebelah dorsal dibatasi oleh fourchet. Pada Vestibulum terdapat Muara-muara dari vagina urethra dan terdapat pula 4 lubang kecil yaitu :
               Dua muara dari Kelenjar Bartholoni yang terdapat di samping dan agak kebelakang dari introitus vaginae.
                Dua muara dari kelenjar Skene di samping dan agak dorsal dari Urethra.

6. Glandula Vestibularis Majora
                Merupakan kelenjar terpenting di daerah vulva dan vagina. Mengeluarkan secret Mucus terutama pada waktu Coitus { berhubungan seksual }.  Terletak di kanan dan kiri ostium vagina.


7. Hymen
                Berupa lapisan tipis dan menutupi sebagian besar dari introitus  vaginae. Ada 4 macam bentuk Hymen yaitu :

         Hymen anullaris ( melingkar seperti cincin )
         Hymen seminullaris ( seperti bulan sabit )
         Hymen cribriformis ( seperti saringan tahu )
         Hymen imperforata ( tertutup / tidak berlubang ).

                Penyakit yang bisa timbul dari Organ ini adalah Hematocolpos yaitu Sebuah penyakit yang timbul karena darah menstruasi tidak dapat mengalir keluar karena tertahan oleh hymen yang tidak berlubang. Lubang-lubang pada hymen berfungsi sebagai tempat keluarnya sekret dan darah haid.

8. Urethra
                Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar. Lapisan urethra pada wanita terdiri dari :

         Tunika muskularis ( sebelah luar )
         Lapisan spongiosa merupakan pleksus dari vena-vena
         Lapisan mukosa  ( sebelah dalam )

B. Genitalia Interna

                Suatu alat reproduksi yang berada didalam, yang tidak dapat dilihat kecuali dengan jalan pembedahan. Alat genitalia bagian dalam terdiri dari :

1. Vagina
                Suatu saluran musculo-membranosa yang menggambungkan uterus dengan Vulva. Terletak antara Kandung Kencing dan Rectum.Ke dalam puncak vagina menonjol ujung dari cervix. Bagian dari cervix yang menonjol dalam vagina disebut portio. Oleh portio ini puncak vagina di bagi menjadi 4 bagian adalah fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral dextra dan sinistra.

 Vagina mempunyai faal penting :

         Sebagai saluran keluar dari uterus yang dapat mengalirkan darah waktu haid dan secret dari uterus.
         Sebagai alat persetubuhan.
         Sebagai jalan lahir pada waktu partus.

Sel-sel dari lapisan atas epitel vagina mengandung glikogen. Glikogen ini menghasilkan asam susu oleh karena adanya basil-basil Doderlin hingga vagina mempunyai reaksi asam dengan pH = 4,5 dan ini memberi proteksi terhadap invasi kuman-kuman kulit. 

Uterus adalah organ otot yang berdinding tebal yang berfungsi sebagai tempat implantasi ovum yang telah dibuahi dan juga sebagai tempat perkembangan dan pemberian makanan kepada Janin yang berada didalamnya.

                Uterus merupakan alat yang berongga dan berbentuk seperti buah pir dan terdiri dari 4 bagian :
·      Fundus uteri : Bagian uterus yang terletak antara kedua pangkal saluran yang berbentuk segitiga.
·      Corpus uteri : Bagian uterus yang terbesar pada saat hamil, bagian ini berfungsi sebagai tempat berkembanya janin. Rongga yang terdapat pada corpus uteri disebut cavum uteri atau rongga rahim.
         Bagian dari corpus uteri antara kedua pangkal tuba disebut fundus uteri (dasar rahim).
        Isthmus uteri : Bagian antara servix dan corpus atau bagian bawah rahim, bagian ini penting dalam kehamilan dan persalinan karena akan mengalami peregangan. Bagian tersebut dapat melebar selama kehamilan dan disebut, segment bawah uterus. Bagian cervix yang menonjol ke dalam puncak vagina disebut portio vaginalis atau dengan singkat portio, sedangkan bagian di atas portio vaginalis disebut portio supra vaginalis
        Servix uteri : Terbagi menjadi dua bagian yaitu pars supra vaginal dan pars vaginal / portio. Saluran yang menghubungkan orifisium uteri interna dan ekstera di sebut canalis servicalis.




Dinding rahim terdiri dari 3 lapisan :
o    Perimetrium (lapisan peritoneum) yang meliputi dinding uterus bagian luar.
o    Myometrium (lapisan otot), merupakan lapisan yang paling tebal.
§   Terdiri dari otot polos yang disusun sedemikian rupa hingga
§   dapat mendorong isinya keluar pada persalinan. Diantara
§   serabut-serabut otot terdapat pembuluh-pembuluh darah,
§   pembuluh lympa, dan urat syaraf.
o    Endometrium
§  Merupakan lapisan bagian dalam dari corpus uteri yang
§   membatasi cavum uteri. Pada endometrium didapatkan lubang
§  lubang kecil, merupakan muara-muara dari saluran kelenjar
§  uterus yang dapat menghasilkan secret alkalis yang membasahi
§  cavum uteri. Epitel endometrium berbentuk silindris. Tebalnya,
§  susunannya dan faalnya berubah secara siklis karena
§  dipengaruhi hormon2 ovarium.



Ligamentum-Ligamentum disekitar uterus antara lain :

§   Ligamentum Latum
       Dibentuk oleh 2 lembar peritoneum untuk melapisi facies vesicalis, fundus dan facies intestinalis dari Uterus dan meluas pada dinding lateral pelvs. Terletak di kanan kiri Uterus meluas sampai dinding rongga panggul dan dasar panggul.

§    Ligamentum Cardinale
       Merupakan ligamentum yang terpenting untuk mencegah agar Uterus tidak turun. Ligamentum ini berjalan dari cervix dan puncak vagina kea rah lateral ke dinding pelvis. Didalamnya terdapat arteri dan vena uterine.

§   Ligamentum Sacrouterina
       Adalah ligamentum yang menahan Uterus supaya tidak banyak bergerak. Berjalan melengkung dari bagian belakang cervix kiri dan kanan melalui dinding rectum kea rah os sacrum kiri dan kanan.

§   Ligamentum Rotundum
       Adalah ligamentum yang menahan  uterus dalam posisi antefleksi dan berjalan melengkung dari sudut fundus uteri ke kiri dan kanan daerah inguinal kiri dan kanan. Melekat pada uterus sebelah ventrocaudal tempat masuknya tuba uterine. Masuk canalis inguinalis dan berakhir pada labium Mayus.

§   Ligamentum pubovesicale
       Berjalan dari os pubis melalui kandung kencing dan seterusnya sebagai ligamentum Vesicouterina.
Pembuluh darah uterus :

a. Arteri uterina
b. Arteri ovarica

Saraf-saraf Uterus
                Innervasi uterus terutama teriri atas sistem saraf simpatis dan sebagian terdiri atas sistem saraf parasimpatis dan serebrospinal. Sistem parasimpatis berada di dalam panggul sebelah kiri dan kanan dari os. Sakrum, sedangkan sistem simpatis  masuk ke rongga panggul sebagai flexus hipogastrikus melalui bifurkatio aorta dan promontorium dan melanjut ke bawah menuju ke flexus-flexus frankenhauser. Serabut saraf tersebut memberi innervasi pada miometrium dan endometrium. Kedua sistem simpatik dan parasimpatik mengandung  unsur motorik dan sensorik. Saraf sensorik menimbulkan kontraksi dan vasokonstriksi dan saraf parasimpatis
mencegah kontraksi dan menimblkan vasodilatasi .



SIKLUS HORMONAL
Pada seseorang tumbuh dan berkembangnya alat reproduksi sangat di pengaruhi oleh hormon-hormon yang di hasilkan oleh glandula hypophyse dan ovarium.

Hypophyse anterior menghasilkan 3 hormon :
a.        FSH
FSH dibentuk oleh sel β (basophil) dari lobus anterior hypophise. Pembentukan FSH akan berkurang pada pembentukan atau pemberian estrogen dalam jumlah cukup, kehamilan. Pengaruh FSH yaitu dapat menimbulkan beberapa folikel primordial yang dapat berkembang dalam ovarium menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen (yang menimbulkan proliferasi pada endometrium).
b.        LH
LH bekerjasama dengan FSH menyebabkan terjadinya sekresi estrogen dari folikel de graaf dan penimbunan substansi dari progesteron dalam sel granulose. Produksi LH bertambah sehingga menyebabkan produksi  FSH dan LH yang dapat merangsang terjadinya ovulasi.
c.         Prolaktin
Dibentuk oleh sel alpha (acidophil) dari lobus anterior hypophyse, berfungsi untuk memulai dan mempertahankan produksi progesteron dari corpus luteum.

Hormon-hormon dari ovarium
a.        estrogen
terdiri dari campuran oestriol, oestradiol, oestron, diproduksi dibawah pengaruh FSH. Estrogen menimbulkan proliferasi dari endometrium dan berperan dalam merangsang timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder seperti tumbuhnnya buah dada, rambut kemaluan, rambut ketiak, menambah kontraktilitas uterus, untuk mengatur haid untuk pengobaatan menpouse, ada kalanya untuk memulai persalinan,
b.        progesteron
dibentuk oleh corpus luteum setelah terjadi ovulasi dan plasenta. Pengaruh hormon ini adalah pada alat-alat reproduksi terutama uterus dan mammae. Progesteron berfungsi dalam mempersiapkan uterus untuk menerima dan mengembangkan sel ovum yang telah dibuahi.
c.         Relaxin
Relaxin berpengaruh pada penggenduran panggul, kelembutan serviks, mendorong uterus untuk berkontraksi.

A.        Siklus Ovarium
§  fase folikular
Hari 1-8
kadar FSH dan LH yang cukup tinggi  mamacu perkembangan 10-20 folikel dengan satu folikel dominan.folikel dominan tampak pada fase mid follicular, sisa folikel mengalami atresia.
Hari ke 9-14
Saat ukuran folikel meningkat lokalisasi cairan tampak sekitar sel granulose dan menjadi konfluen, memberikan peningkatan pengisisan cairan diruang sentral  (antrum) yang merupakan transformasi folikel primer menjadi folikel graaf.
§  Folikel Primordial
Pematangan gamet wanita tergantung pada interaksi kompleks  antara gamet yang sedang berkembang dan sel di sekitarnya yang membentuk lapisan luar folikel. Selama profase meiosis pertama, oosit merangsang organisasi sel di sekitarnya untuk membentuk granulose folikel primordial.
§  Folikel Praantrum (primer)
Sejak pubertas, beberapa folikel primordial memulai kembali perkembangan dan membentuk aliran kontinu folikel praantrum atau folilkel primer yang terus tumbuh. Sebagian folikel dini gagal berkembang sempurna dan mengalami atresia. Karena sebagian besar folikel mengalami regresi dan bukan terus berkembang, ovarium memiliki populasi folikel atretik yang padat sehingga permukaan luar ovarium menjadi kasar. Perkembangan folikel primordial menjadi folikel primer memerlukan waktu sekitar 85 hari.
§   Folikel Antrum (sekunder)
Terbentuk suatu rongga dalam lapisan folikuler (antrum folikuli) yang makin lama makin besar. Tetapi sel-sel folikuler yang berbatasan dengan zona pellucida oosit primer tetap utuh dan menjadi cumulus oophorus.
Stadium perkembangan ini disebut stadium folikel sekunder.
Kemudian antrum folikuli semakin membesar, sementara bagian tepi luar lapisan folikuler mulai dilapisi oleh dua lapisan jaringan ikat yaitu teka interna (lapisan seluler, sebelah dalam, yang kemudian menghasilkan hormon estrogen) dan teka eksterna (lapisan fibrosa, sebelah luar).
§  Folikel de Graaf
Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel. folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen.


 
Ø Pada pubertas, dibawah pengaruh hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang dihasilkan kelenjar hipofise dan hormon releasing gonadotropin yang dihasilkan hipotalamus, folikel primordial mengalami pematangan menjadi folikel primer.
Ø Folikel primer menghasilkan hormon estrogen sambil terus berkembang menjadi folikel sekunder.
Ø Folikel sekunder menjadi matang/matur menjadi folikel de Graaf.
Ø Di dalam folikel de Graaf, oosit matang siap dilepaskan.
Ø Dari mulai folikel primordial sampai folikel de Graaf, dibutuhkan waktu 10 – 14 hari.
Ø Pelepasan oosit matang dari folikel de Graaf disebut Ovulasi.
Ø Setelah oosit matang terlepas (ovulasi), bekas folikel de Graaf berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum ini menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
Ø Hormon estrogen dan progesteron ini berguna untuk mematangkan endometrium.

Ovulasi adalah pembesaran folikel sacara tepat yang diikuti dengan protrusi dari permukaan korteks ovarium dan pecahnya folikel dengan ekstrusinya oosit yang ditempeli oleh kumulus ooforus

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar