Kamis, Mei 17

Gangguan Reproduksi Pada Mammae


FIBRO ADENOMA


 
Fibroadenoma adalah benjolan padat yang kecil dan jinak pada payudara yang teridiri dari jaringan kelenjar dan fibrosa. Benjolan ini biasanya ditemukan pada wanita muda, seringkali ditemukan pada remaja putri. Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang paling sering terjadi pada wanita. Tumor ini terdiri dari gabungan antara kelenjar glandula dan fibrosa.
Secara histologi:
1.        Intracanalicular fibroadenoma; fibroadenoma pada payudara yang secara tidak teratur dibentuk dari pemecahan antara stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel.
2.        Pericanalicular fibroadenoma; fibroadenoma pada payudara yang menyerupai kelenjar atau kista yang dilingkari oleh jaringan epitel pada satu atau banyak lapisan. Tumor ini dibatasi letaknya dengan jaringan mammae oleh suatu jaringan penghubung.
Fibroadenoma yang sering ditemukan berbentuk bundar atau oval, tunggal, relative mobile, dan tidak nyeri. Massa berukuran diameter 1-5 cm. Biasanya ditemukan secara tidak sengaja. Fibroadenoma mammae dibedakan menjadi 3 macam:
1.        Common Fibroadenoma
2.        Giant Fibroadenoma umumnya berdiameter lebih dari 5 cm
3.        Juvenile fibroadenoma pada remaja
Penyebab
Fibroadenoma ini terjadi akibat adanya kelebihan hormon estrogen. Biasanya ukurannya akan meningkat pada saat menstruasi atau pada saat hamil karena produksi hormon estrogen meningkat.
Gejala
Pertumbuhan fibroadenoma mammae umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, hanya ukuran dan tempat pertumbuhannya yang menyebabkan nyeri pada mammae. Pada saat disentuh kenyal seperti karet. Benjolan mudah digerakkan, batasnya jelas dan bisa dirasakan pada SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Teraba kenyal karena mengandung kolagen (serat protein yang kuat ditemukan didalam tulang rawan, urat daging dan kulit).
Patologi
1.        Makroskopi: tampak bulat, elastis dan nodular, permukaan berwarna putih keabuan.
2.        Mikroskopi: epitel proliferasi tampak seperti kelenjar yang dikelilingi oleh stroma fibroblastic yang khas (intracanalicular f. dan pericanalicular f.).
Penegakkan diagnosa
Pada awalnya penegakan diagnosa tehadap fibroadenoma mammae ini adalah dilakukan pemeriksaan fisik, kemudian akan dilakukan mammogram (x-ray pada mammae) atau ultrasound pada mammae apabila diperlukan. Yang paling pasti dan tepat dalam diagnosa terhadap fibroadenoma mammae ini adalah penggunaan sample biopsi. Pengambilan sampel biopsi ini dapat dilakukan dengan mengiris bagian mammae atau dengan memasukkan jarum yang kecil dan panjang untuk mengambil sampel sel fibroadenoma tersebut.
Diagnosa terhadap FAM ini dapat dibuat dengan penggabungan penilaian klinis, ultrasonografi dan pengambilan sampel dengan penggunaan jarum. Penilaian klinis terhadap
benjolan payudara ini harus mempertimbangkan:
1.        Umur
a.    ­Karsinoma       : umumnya menyerang pada usia menjelang menopause
b.                  Fibroadenoma      : umumnya menyerang wanita usia di bawah 30 tahun
Pengobatan
Terapi untuk fibroadenoma tergantung dari beberapa hal sebagai berikut:
1.        Ukuran
2.        Terdapat rasa nyeri atau tidak
3.        Usia pasien
4.        Hasil biopsy
Terapi dari fibroadenoma mammae dapat dilakukan dengan:
Operasi pengangkatan tumor tersebut, biasanya dilakukan general anaesthetic pada operasi ini. Operasi ini tidak akan merubah bentuk dari payudara, tetapi hanya akan meninggalkan luka atau jaringan parut yang nanti akan diganti oleh jaringan normal secara perlahan.
Karena FAM adalah tumor jinak maka pengobatan yang dilakukan tidak perlu dengan pengangkatan mammae. Yang perlu diperhatikan adalah bentuk dan ukurannya saja. Pengangkatan mammae harus memperhatikan beberapa faktor yaitu faktor fisik dan psikologi pasien. Apabila ukuran dan lokasi tumor tersebut menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman pada pasien maka diperlukan pengangkatan.


KISTA SARCOMA FILODES


Kista sarcoma philodes adalah fibro adenoma yang tumbuh meliputi seluruh mamae, adakalanya bertambah besar nyaris tidak tergendong oleh penderita. (Prawirohardjo, sarwono.1997:485)
Tumor philodes (Cista sarcoma philodes) ialah tumor dengan pola Fibroma adenoma mama tetapi stromanya yang lebih seluler. (Cormain,s.1986:91)
Kista sarkoma fillodes mengandung kista –kista besar diantaranya banyak sekali jaringan ikat sehingga terkadang diduga sarkoma dipermukaan tumor terdapat banyak jaringan (seperti lembaran-lembaran/ phylor).
Phylode: menyerupai daun; istilah yang digunakan untuk tumor yang pada pemotongannya memperhatikan lobusi.
ETIOLOGI
Etiologi kistosarkoma fllodes belum diketahui secara pasti, namun beberapa hal yang diduga dapat mempengaruhi terjadinya tumor ini antara lain:
1.        Kontrasepsi hormonal (terutama estrogen)
2.        Pernah mengalami radiasi di daerah dada (lingkungan)
3.        Adanya keturunan (genetik)
4.        Wanita usia 35 – 40 tahun, resiko semakin meningkat pada keadaan:
a.         Orang tua (ibu) pernah menderita Ca mammae terutama pada usia relatif muda
b.         Anggota keluarga menderita Ca mammae
c.         Sebelumnya pernah menderita penyakit tumor/ kanker
d.        Penderita tumor jinak payudara
e.         Kehamilan pertama terjadi sesudah umur 35 tahun
 CIRI – CIRI KISTA SARKOMA PHILODIS
a)        Berbentuk bulat atau lonjong dengan batas yang tegas dan tepat dapat digerakkan.
b)        Konsistensi tumor ini ada yang kistik dan padat seperti karet tidak melekat pada kulit .
c)        Tumor Philodes ini dapat berukuran kecil sekitar 3 – 4 cm dan dapat pula berukuran sangat besar dan membuat payudara menjadi besar ( bengkak).
TANDA DAN GEJALA
a)        Kulit payudara diatas tumor mengkilat.
b)        Kulit tegang dan tipis.
c)        Kulit payudara memerah.
d)       Pembuluh balik yang lebar.
e)        Terasa panas.
f)         Pembesaran kelenjar regional atau metastasis ( jarang ditemukan ).
g)        Tumbuh dengan cepat.
CARA MENGETAHUI KELAINAN PAYUDARA
SADARI (periksa paudara sendiri)
Adalah pemeriksaan payudara yg di lakukan sendiri oleh tiap wanita dengan cara tertentu secara berkala tiap bulan. Sadari dapat membantu menemukan kelainan atau penyakit payudra yang kemudian harus di pastikan oleh dokter.Waktu yang paling tepat untuk melakukan sadari adalah sekitar semiggu setelah hari terahir menstruasi dengan cara:
1.      Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada payudara.Biasanya kedua payudara tidak sama besar, putting tidak terletak pada ketinggian yang sama.Perhatikan apakah terdapat keriput, lekukan atau putting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau keluar cairan atau darah dari putting susu segeralah pergi ke dokter.
2.      Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua payudara.Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah dan periksa lagi.
3.      Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tanggan kiri di belakang kepala dan sebuah bantal di bawah bahu kiri.Rabalah payudara kiri dengan telapak jari – jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara. Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri.
4.      Periksalah dan rabalah putting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar susu bila diraba dengan telapak jari – jari tangan akan terasa kenyal dan mudah digerakkan.Bila terasa ada benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan.
PENANGANAN
a)        Eksisi local untuk lesi yang kecil.
b)        Biopsi.
c)        Masektomi ditambah dengan pengangkatan fasia pektoralis.
d)       Radiasi dilakukan pasca bedah.

SARCOMA






Namanya berasal dari kata Yunani sarcoma, yang berarti tumor berdaging, dan phyllo, yang berarti daun. Johann Muller yang pertama kali memberikan nama ‘cystosarcoma phyllodes’ pada tahun 1838. Kista sarcoma filodes adalah fibro adenoma yang meliputi seluruh mamma. Di permukaan tumor ada jaringan seperti lembaran-lembaran buku. Biasanya jinak, potensi jadi sarcoma. Timbul pada usia 35 – 40 tahun.
Etiologi Sarkoma
Bahan – bahan yang dapat menyebabkan terbentuknya kanker disebut karsinogen. Menurut jenisnya karsinogen dapat berupa:
1.        bahan kimia
2.        virus
3.        karsinogen fisik
4.        hormon
Klasifikasi Sarkoma
Sarkoma dapat dinamai secara sitologik atau secara histologik. Pembagian secara sitologik berdasarkan bentuk selnya, maka sarkoma dibagi atas:
1.        Sarkoma SEL BULAT, bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk bulat.
2.        Sarkoma SEL KUMPARAN, bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk kumparan.
3.        Sarkoma SEL CAMPURAN bila terdiri atas sel – sel yang berbentuk bulat dan kumparan.
4.        Sarkoma SEL DATIA, bila sebagian besar terdiri atas sel datia.
Pembagian secara histologik berdasarkan asal jaringannya. Yang berasal dari jaringan ikat disebut fibrosarcoma, dari jaringan tulang disebut osteogenic sarcoma. Dari tulang rawan disebut chondrosarcoma. Pembagian ini lebih memuaskan. Tetapi pada keadaan tertentu, yaitu pada sarkoma yang berdiferensiasi sangat buruk, tidak mungkin lagi dapat ditentukan jenis atau asal selnya.
GAMBARAN KLINIS
Anamnesa
  • Pasien khususnya muncul dengan massa payudara keras, bergerak, berbatas jelas, tidak lunak
  • Sebuah massa kecil dapat dengan cepat berkembang ukurannya dalam beberapa minggu sebelum pasien mencari perhatian medis
  • Tumor jarang melibatkan kompleks puting-areola atau meng-ulserasi kulit
  • Pasien dengan metastase bisa muncul dengan gejala seperti dispnoe, kelelahan, dan nyeri tulang
Pemeriksaan fisik
  • Disadari adanya massa payudara keras, bergerak, berbatas-jelas, tidak lunak
  • Secara ganjil, cystosarcoma phylloides cenderung melibatkan payudara kiri lebih sering dibandingkan payudara kanan
  • Diatas kulit mungkin terlihat tampilan licin dan cukup translusen untuk memperlihatkan vena payudara yang mendasarinya
  • Temuan fisik (misal, adanya massa bergerak dengan batas jelas) mirip dengan yang ada pada fibroadenoma
  • Tumor filoides umumnya bermanifestasi sebagai massa lebih besar dan memperlihatkan pertumbuhan yang cepat
  • Temuan mamografi (misal, tampilan kepadatan bundar dengan batas halus) juga serupa dengan yang terdapat fibroadenoma
  • Tumor maligna rekuren terlihat lebih agresif dibandingkan tumor asal
·         Paru merupakan tempat metastase paling sering, diikuti oleh tulang, jantung dan hati
·         Gejala untuk keterlibatan metastatik dapat timbul mulai dari sesegera beberapa bulan sampai paling lambat 12 tahun setelah terapi awal
  • Kebanyakan pasien dengan metastase meninggal dalam 3 tahun dari terapi awal
  • Tidak terdapat pengobatan untuk metastase sistemik yang terjadi
PENATALAKSANAAN
Terapi Bedah
Pada kebanyakan kasus cystosarcoma phylloides, melakukan eksisi luas normal, dengan lingkaran jaringan normal. Tidak terdapat aturan tentang besarnya batas. Namun, batas 2 cm untuk tumor kecil (< 5 cm) dan batas 5 cm untuk tumor besar (> 5 cm) telah dianjurkan.
Lesi tidak seharusnya “dikupas keluar”, seperti yang mungkin dilakukan dengan fibroadenoma, atau angka rekurensi tanpa dapat diterima jadi meningkat.
  • Jika tumor terhadap rasio payudara cukup tinggi untuk menghindarkan hasil kosmetik yang memuaskan dengan eksisi segmental, mastektomi total, dengan atau tanpa rekonstruksi, adalah sebuah alternatif.
  • Prosedur yang lebih radikal tidak secara umum dibenarkan.
  • Melakukan diseksi nodus limfatikus aksila hanya untuk nodus yang dicurigai secara klinis. Namun, sebenarnya semua nodus ini reaktif dan tidak mengandung sel-sel maligna.
KOMPLIKASI
Seperti kebanyakan operasi payudara, komplikasi paska operasi dari penatalaksanaan bedah tumor filoides termasuk berikut ini:
  • Infeksi
  • Pembentukan seroma
  • Rekurensi lokal atau jauh
Peran bidan
1. Bidan dapat memberikan KIE pada klien tentang penyakitnya
2. Bidan dapat memberikan motivasi pada klien
3. Bidan dapat melakukan rujukan ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi
4. Bidan dapat melakukan kolaborasi dengan dokter SPOG





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar