Minggu, Mei 20

PERUBAHAN DAN ADAPTASI FISIOLOGIS (SISTEM REPRODUKSI) DALAM KEHAMILAN TRIMESTER I, II, DAN III


PERUBAHAN DAN ADAPTASI FISIOLOGIS (SISTEM REPRODUKSI) DALAM KEHAMILAN TRIMESTER I, II, DAN III

A.       Perubahan dan Adaptasi fisiologis (Sistem reproduksi) dalam kehamilan Trimester I
a.        Uterus
Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima konsepsi sampai persalinan. Uterus memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bertambah besar dengan cepat selama kehamilan dan pulih kembali seperti keadaan semula dalam beberapa minggu setelah persalinan. Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti alvokad. 
Perubahan bentuk dan ukuran uterus
Pada usia kehamilan 12 minggu uterus berukuran kira-kira seperti buah jeruk besar. Uterus tidak lagi tranteversi dan antefleksi serta menonjol ke luar dari pelvis dan menjadi tegak lurus. Fundus dapat di palpasi dari abdomen di atas simfasis pubis (Miller dan Henretty, 1997). Uterus biasanya condong dan berotasi ke kanan sehingga tepi kiri uterus berada pada posisi anterior, kemungkinan disebabkan oleh adanya kolon rektosigmoid pada disi kiri pelvis. (Cunninghamet at 1997).
Ukuran fundus uteri pada trimester ini :
1)        Pada usia kehamilan 1 bulan sebesar telur ayam
2)       Pada usia kehamilan 2 bulan sebesar telur angsa
3)        Pada usia kehamilan 3 setinggi simpysis pubis
b.       Serviks
Serviks manusia merupakan organ yang komplek dan heterogen yang mengalami perubahan yang luar biasa selama kehamilan dan persalinan. Satu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan kebiruan. Serviks bersikap seperti katub yang bertanggung jawab menjaga janin di dalam uterus sampai akhir kehamilan dan selama persalinan.
Selama kehamilan, serviks tetap tertutup rapat, melindungi janin dari kontaminasi eksternal, dan menahan isi uterus (Pollar, 1994). Panjangnya tetap 2,5 cm selama kehamilan tapi menjadi lebih lunak dan membengkak di bawah pengaruh estradiol dan progresteron. Peningkatan vaskularitas membuatnya berwarna kebiruan.
c.        Vagina
Selama kehamilan, lapisan otot mengalami hipertrofi, dan estrogen menyebabkan epithelium vagina menjadi lebih tebal dan vascular. Warna ungu pada vagina kemungkinan disebabkan oleh hyperemia. Perubahan komposisi jaringan ikat yang mengelilingya meningkatkan elastisitas vagina dan membuatya lebih mudah mengalami dilatasi ketika bayi lahir (Llewellyn-Jones, 1999).
Pada trimester pertama ini terjadi peningkatan pengeluaran cairan dari vagina yang bening, putih dan tidak berbau dan mulai merembes keluar. 



2.       Payudara
Selama kehamilan, payudara bertambah besar, tegang, dan berat. Dapat teraba noduli-noduli, akibat hipertrofi kelenjar alveoli, bayangan-bayangan vena lebih membiru. Hiperpigmentasi pada putting susu dan areola payudara.
Perubahan kronologi payudara
Ÿ  3 – 4 minggu
Sensasi gatal dan kesemutan karena peningkatan suplai darah terutama di sekitar putting susu.
Ÿ  6 – 8 minggu
Peningkatan ukuran, nyeri ketegangan dan nodular akibat hipertrofi alveoli, permukaan halus dan kebiruan, vena tampak terlihat tepat di bawah kulit.

B.       Perubahan dan Adaptasi fisiologis (Sistem reproduksi) dalam kehamilan Trimester II
a.        Uterus
Pada trimester ini uterus akan terlalu besar dalam rongga pelvis dan seiring perkembangannya, uterus akan menyentuh dinding abdominal dan hampir menyentuh hati, mendorong usus ke samping dan ke atas. Pada trimester kedua ini kontraksi dapat dideteksi dengan pemeriksaan bimanual.
Perubahan bentuk dan ukuran uterus
Ÿ  Usia kehamilan 16 minggu
Janin sudah cukup besar untuk menekan ishmus, menyebabkannya tidak berlipat sehingga bentuk uterus menjadi bulat (Coustan, 1995). Ishmus dan serviks berkembang menjadi segmen bawah uterus yang lebih tipis dan terdiri atas otot dan pembuluh darah yang lebih sedikit dari korpus.
Ÿ  Usia kehamilan 20 minggu
Fundus uterus dapat dipalpasi sejajar dengan umbilicus. Sejak usia kehamilan ini hingga cukup bulan, bentuk uterus menjadi lebih silindris dan fundusnya bentuk kubah yang lebih tebal dan lebih bulat. Karena uterus semakin membesar dalam abdomen tuba uterine secara progresif menjadi lebih ventrikel yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan pada ligament lebar dan ligamentum gilig.
b.       Serviks
Pada awak trimester ini, berkas kolagen kurang kuat terbungkus. Hal ini terjadi akibat penurunan konsentrasi kolagen secara keseluruhan. Dengan sel-sel otot polos dan jaringan elastis, serabut kolagen bersatu dengan arah pararel terhadap sesamanya sehingga serviks menjadi lebih lunak tetapi tetap mampu mempertahankan kehamilan.

c.        Vagina
Pada kehamilan trimester kedua ini terjadinya peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal. Cairan biasanya jernih, pada saat ini biasanya agak kental dan mendekati persalinan agak cair. Yang terpenting adalah tetap menjaga kebersihan. Hubungi dokter atau tenaga kesehatan lain, jika cairan berbau, terasa gatal, dan sakit.
2.       Payudara
Pada trimester kedua ini, payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang disebut dengan colustrum. Keluarnya cairan dari payudara itu yaitu colostrums adalah makanan bayi pertama yang kaya akan protein, colostrums ini akan keluar bila putting dipencet. Areola payudara makin hitam karena hiperpigmentasi. Glandula Montgomery makin tampak menonjol di permukaan areola mamae.

C.       Perubahan dan Adaptasi fisiologis (Sistem reproduksi) dalam kehamilan Trimester III
a.        Uterus
Pada akhir kehamilan biasanya kontraksi sangat jarang dan meningkat pada satu dan dua minggu sebelum persalinan. Peningkatan kontraksi miometrium ini menyebabkan otot fundus tertarik ke atas. Segmen atas uterus yang berkontraksi secara aktif menjadi lebih tebal dan memendek serta memberikan tarikan yang lambat dan stabil terhadap serviks yang relatif terfiksasi yang menyebabkan dimulainya peregangan dan pematangan serviks yang disebut dengan pembukaan serviks.

Perubahan bentuk dan ukuran uterus
Pada usia kehamilan 38 minggu, uterus sejajar dengan sifisternum. Tuba uterine tampak agak terdorong ke dalam di atas bagian tengah uterus (Cuningham, et.al., 1997). Frekuensi dan kekuatan kontraksi otot segmen atas semakin meningkat. Oleh karena itu, segmen bawah uterus berkembang lebih cepat dan meregang secara radial, yang jika terjadi bersamaan dengan pembukaan serviks dan pelunakan jaringan dasar pelvis akan menyebabkan presentasi janin memulai penurunannya ke dalam pelvis bagian atas. Hal ini mengakibatkan berkurangnya tinggi fundus yang disebut dengan lightening, yang mengurangi tekanan di dalam pelvis, yang dapat menyebabkan konstipasi, berkemih dan terkadang meningkatkan rabas vagina (Llewellyn-Jones, 1999).
b.       Serviks
Akibat bertambah aktivitas uterus selama kehamilan, serviks mengalami pematangan secara bertahap, dan kanal mengalami dilatasi. Secara teoritis, pembukaan serviks biasanya terjadi pada primigravida selama 2 minggu terakhir kehamilan, tapi biasanya tidak terjadi pada multigravida hingga persalinan dimulai. Namun demikian, secara klinis terdapat berbagai variasi tentang kondisi serviks pada persalinan (Llewellyn-Jones, 199)
Pembukaan serviks merupakan mekanisme yang terjadi saat jaringan ikat serviks yang keras dan panjang secara progresif melunak dan memedek dari atas ke bawah. Serat otot yang melunak sejajar os serviks internal tertarik ke atas, masuk ke segmen bawah uterus, dan berada di sekitar bagian presentasi janin dan air ketuban. Kanal yang tadi berukuran kira-kira 2,5 cm menjadi orifisium dengan bagian tepinya setipis kertas.
c.        Vagina
Dinding vagina mengalami banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami peregangan pada waktu persalinan dengan meningkatkan ketebalan mukosa, mengendornya jaringan ikat, dan hipertrofi otot polos. Perubahan ini mengakibatkan bertambah panjangya dinding vagina. Papilla mukosa juga mengalami hipertrofi dengan gambaran seperti paku sepatu.
Peningkatan volume sekresi vagina juga terjadi, dimana sekresi akan berwarna keputihan menebal, dan pH antara 3,5 – 6 yang merupakan hasil dari peningkatan produksi asam laktat glokogen yang dihasilkan oleh epitel vagina sebagai aksi dari lactobacillus acidopillus.
2.       Payudara
Di akhir kehamilan kolostrum dapat keluar dari payudara, progesterone menyebabkan putting lebih menonjol dan dapat digerakkan. Meskipun dapat dikeluarkan, air susu belum dapat diproduksi karena hormon prolaktin di tekan oleh prolactin inhibiting hormone. Setelah persalinan kadar progesteron dan esterogen akan menurun sehingga pengaruh inhibis progresteron terhadap laktalbumin akan hilang. Peningkatan prolaktin akan merangsang sintesis laktose dan akhirnya akan meningkatkan produksi air susu. Pada bulan yang sama areola akan lebih besar dan kehitaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar