Minggu, Mei 20

TANDA BAHAYA / KOMPLIKASI IBU DAN JANIN MASA KEHAMILAN MUDA DAN LANJUT


TANDA BAHAYA / KOMPLIKASI IBU DAN JANIN MASA KEHAMILAN MUDA DAN LANJUT


a.      PERDARAHAN PERVAGINAM PD KEHAMILAN MUDA
                   Perdarahan pervaginam dalam kehamilan terbagi menjadi 2 yaitu sebelum 24 minggu dan setelah 24 minggu kehamilan. Perdarahan pervaginam sebelum 24 minggu kehamilan mungkin disebabkan oleh:
-          Implantation bleeding: sedikit perdarahan saat trophoblast melekat pada endometrium. Bleeding terjadi saat implantasi / 8-12 hari setelah fertilisasi.
-          Abortion: 15 % terjadi pada aborsi spontan sebelum 12 minggu usia kehamilan dan sering pada primigravida.
-          Hydatidiform molae: akibat dari degenerasi chorionik villi pada awal kehamilan. Embrio mati dan direabsorbsi/ mola terjadi didekat fetus. Sering terjadi pada wanita perokok, punya riwayat mola, dan multipara. 
-          Ectopic pregnancy: ovum dan sperma yang berfertilisasi kemudian berimplantasi di luar dari uterine cavity, 95 % ada di tuba, mungkin di ovarium, abdominal cavity, dan canalis servicalis.
-          cervical lesion; lesi di cervic
-          vaginitis: infeksi pada vagina
                   Semua bleeding selama kehamilan adalah abnormal kecuali implantation bleeding.
                   Perdarahan pada awal kehamilan yang abnormal bersifat merah segar, banyak dan adanya nyeri perut.

PERDARAHAN PERVAGINAM PADA MASA KEHAMILAN LANJUT
·         Perdarahan pada kehamilan lanjut atau lebih sering disebut antepartum haemorrage/ APH didefinisikan bleeding dari genetali tract setelah 24 minggu kehamilan dan sebelum bayi lahir. Bleeding yang terjadi selama persalinan disebut intrapartum haemorrage.
·         APH adalah komplikasi serius  karena bisa menyebabkan kematian maternal dan bayi. Ada 2 jenis APH yaitu:
-          Placenta praevia: bleeding akibat dari letak placenta yang abnormal, biasanya pada sebagian atau total placenta ada pada segment bawah rahim. Bleeding tidak bias dihindari  saat persalinan mulai.
-          Abruptio placentae adalah bleeding akibat dari lepasnya placenta sebelum waktunya dengan letak placenta normal. Bisa terjadi pada kapanpun usia kehamilan.
Penanganan:
·    tanyakan pada ibu tentang kharakteristik perdarahan , kapan mulai terjadi, seberapa banyak, warnanya, adakaha gumpalan, rasa nyeri ketika perdarahan
·    Periksa tekanan darah ibu, suhu, nandi dan denyut jantung janin.
·    Lakukan pemeriksaan external, rasakan apakah perut bagian bawah teraba lembut, kenyal ataukah keras.
·    Jangan lakukan pemeriksaan dalam, apabila mungkin periksa dengan speculum. 

b.     HIPERTENSI GRAVIDARUM
·         Pregnancy Induced Hypertension/ Gestational Hypertension adalah adanya tekanan darah 140 /90 mmHg atau lebih atau peningkatan 20 mmHg pada  tekanan diastolic setelah 20 minggu usia kehamilan dengan pemeriksaan minimal 2 kali setelah 24 jam pada wanita yang sebelumnya normotensive.
·         Apabila dikuti dengan proteinuria dan oedema maka dikategorikan pre eclampsia. Bila ditambah dengan kejang adalah eclampsia.
Penanganan:
·         Tanyakan pada ibu mengenai tekanan darah sebelum dan selama kehamilan serta tanda tanda trias pre eclampsia.
·         Tanyakan tentang riwayat tekanan darah tinggi dan pre ekalampsia pada ibu dan keluarga
·         Periksa dan monitor tekanan darah, protein urine, reflek dan oedema
·         Anjurkan ibu untuk rutin ANC dan persiapan rujukan untuk persalinan.

 c.  NYERI PERUT BAGIAN BAWAH
·         Nyeri perut pada bagian bawah peril dicermati karena kemungkinan peningkatan kontraksi uterus dan vmungkin mengarah pada adanya tanda tanda ancaman aborsi/ threatened abortion.
·         Nyeri yang membahayakan bersifat hebat, menetap, dan tidak hilang setelah beristirahat.
·         Hal ini bias berhubungan dengan appendicitis, kehamilan ektopik, aborsi, radang panggul, penyakit kantong empedu uterus yang irritable, ISK, atau abrupsio placentae.
Penanganan:
·         Tanyakan pada ibu mengenai karakteristik nyeri, kapan terjadi, seberapa hebat, kapan mulai dirasakan, apakah berkurang bila untuk istirahat.
·         Tanyakan pada ibu mengenai  tanda dan gejala lain yang mungkin menyertai misalnya muntah, mual, diare, dan panas badan.
·         Ukur dan monitor vital sign
·         Lakukan pemeriksaan luar dan periksa dalam, raba kelembutan abdomen/ rebound tenderness/ kelembutan yang mungkin berulang, periksa adanya nyeri sudut costovertebra/ pinggang bagian dalam
·         Periksa adanya proteinuria

d.     SAKIT KEPALA YANG HEBAT
·         Sakit kepala dan pusing sering terjadi selama kehamilan. Sakit kepala yang bersifat hebat, menetap dan tidak hilang untuk istirahat adalah abnormal.
·         Bila sakit kepala hebat dan disertai dengan pandangan kabur mungkin adalah gejala pada pre eclampsia.
Penanganan
·         Tanyakan pada ibu jika ia mengalami oedema pada muka/ tangan atau masalah visual.
·         Periksa tekanan darah, adanya proteinuria, refleks dan oedema.
·         Periksa adanya suhu tinggi yang mungkin perlu untuk periksa laboratorium darah untuk memastikan adanya parasit malaria.



e.      MASALAH VISUAL
·         Pengaruh hormonal bias mengacaukan pandangan ibu hamil. Masalah visual yang mengancama jiwa adalah yang bersifat mendadak, misalnya pandangan kabur dan berbayang/ double vision.
·         Perubahan visual ini mungkin disertai sakit kepala yang hebat atau  mungkin tanda pre eclampsia
Penanganan:
·         Periksa tekanan darah, protein urine, refleks, dan oedema.
·         Rujuk pada system pelayanan yang lebih tinggi.

f.       BENGKAK DIWAJAH DAN JARI JARI TANGAN
·         Bengkak yang muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat dengan kaki ditinggikan adalah hal yang normal pada ibu hamil.
·         Bengkak merupakan masalah yang serius apabila muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan fisik lainnya.
·          Hal tersebut mungkin merupakan tanda tanda adanya anemia, gagal jantung, atau pre eclampsia.

Penanganan:
·         Tanyakan pada ibu apakah ia mengalami sakit kepala atau masalah visual.
·         Periksa pembengkakan terjadi dimana, kapan hilang, dan karakteristiknya
·         Ukur dan monitor tekanan darah dan proteinuria.
·         Periksa haemoglobine ibu, warna pada konjungtiva, telapak tangan, dan tanyakan adanya tanda tanda anemia.

g.     GERAKAN JANIN TAK TERASA
·         Secara normal  ibu merasakan adanya gerakan janin pada bulan ke 5 atau ke 6 usia kehamilan, namun pada beberapa ibu mungkin merasakan gerakan janin lebih awal.
·         Jika bayi tidur gerakan janin melemah. Gerakan bayi terasa sekali pada saat ibu istirahat, makan, minum dan berbaring.
·         Biasanya bayi bergerak paling sedikit 3 X dalam periode 3 jam.
Penanganan:
·         Tanyakan pada ibu kapan terakhir bayi bergerak
·         Raba gerakan bayi dengan meletakkan tangan di abdomen ibu.
·         Dengarkan denyut jantung janin dengan stetoskope binokuler, kalau perlu dengan Doopler.
·         Rujuk dan periksa dengan  ultrasound kalau perlu.

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEHAMILAN
Dokumen atau catatan pasien yang dibuat juga mengandung sumber informasi yang lengkap dan sesuai dengan manajemen kebidanan secara profesional, sehingga membentuk suatu dokumen yang merupakan kualitas untuk keperluan pribadi, keperluan manajemen rumah sakit, kesehatan masyarakat, bahkan internasional. Oleh sebab itu, peran bidan sebagai provider kesehatan di masyarakat dalam pelayanan kebidanan kebidanan yang bertanggung jawab dan profesional harus mempunyai dokumentasi kebidanan terhadap semua asuhan termasuk asuhan kehamilan.
Sehingga semua mahasiswa akademi kebidanan sebagai calon tenaga bidan harus mempelajari tentang dokumentasi kebidanan, yang nantinya akan diterapkan saat terjun ke lahan praktek baik sebagai calon tenaga bidan atau setelah menjadi tenaga bidan yang profesional.


A.    MODEL PENDOKUMENTASIAN
Dalam pendokumentasian ada beberapa model yang digunakan. Yaitu SOAP, SOAPIE, SOAPIER dan SOAPIED. Adapun model yang sering digunakan dalam asuhan kebidanan adalah model pendokumentasian SOAP. Model SOAP ini disarikan dari proses pemikiran penatalaksanaan kebidanan. Dipakai untuk mendokumentasikan asuhan pasien dalam rekam medik pasien dalam rekam medik pasien sebagai catatan kemajuan.
S, merupakan data subjektif , berisi apa yang dikatakan klien terebut
0, merupakan data objektf berisi apa yang dilihat dan dirasakan oleh bidan sewaktu melaksanakan pemeriksaan : atau hasil laboratorium
A, analisa adalah kesimpulan apa dari data subjektif dan objektif
P, apa yang dilakukan berdasarkan hasil analisa, mencakup evaluasi apa yang telah dilakukan.
Contoh  model pendokumentasian :
PENGKAJIAN
Tanggal              : 25 oktober 2005
Jam                       : 10.00 wib
Oleh                     : bidan nana

S     : Ny. Rita, 23 th, ibu rumah tangga, jawa, Islam, tinggal di Jl. ki ageng selo no 15 pati bersama suami yang bernama Tn. Zainal, 25 th, jawa, islam, pegawai swasta. Ny. Rita mengeluh mual muntah setiap pagi tapi tidak lebih dari 5X, tanggal 11 oktober 2005 dilakukan pemeriksaan kehamilan dengan tes urine hasilnya positif, ibu belum pernah hamil, Periksa kehamilan 1X di bidan, belum mendapat imunisasi TT selama kehamilan, HPHT 10 September 2005, haid bulan sebelumnya 12 Agustus 2005. Menikah usia 22 th. Riwayat menstruasi teratur setiap bulan, tidak ada keluhan, menstruasi pertama usia 14 th, lama 7 hari, ganti pembalut 2X/hari, normal. Ibu belum pernah menggunakan alat kontrasepsi. Ibu belum pernah dirawat di rumah sakit, atau menderita penyakit menular ataupun menahun seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, asma, dll. Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular atau menahun, ataupun keturunan kembar. Pola pemenuhan kebutuhan sehari tidak ada gangguan kecuali kebutuhan nutrisi selama 1 minggu ini ibu kurang nafsu makan, frekuensi makan hanya 1-2 X/hari dengan porsi kecil. Ibu tidak mengetahui tentang kehamilan dan perawatan kehamilan.  Adat istiadat tidak ada yang menentang kehamilan. Suami dan keluarga sangat mengharapkan kehamilan ini. Ibu merasa nyaman dengan kehamilannya.
O    : Tekanan darah 120/70 MMHg, Nadi 80X/menit, RR 24X/menit, Suhu 37°C, BB sebelum hamil 48 kg, BB saat ini 48 kg, TB 160 cm.
          Rambut hitam, lurus, bersih. Muka tidak pucat. Mata konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik. Hidung normal. Mulut normal, tidak stomatitis, tidak ada caries. Telinga normal, bersih. Leher tidak ada pembesaran kelenjar limfe ataupun vena jugularis. Dada tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada kelainan, mamae simetris tidak ada masa. Abdomen tidak ada kelainan. Pinggang Tidak ada nyeri lepas. Genetalia bersih, tidak ada kelainan.
          Wajah tampak cloasma gravidarum. Mamae membesar, areola menghitam, papila menonjol. Abdomen penegangan atas simphisis. Genetalia tampak tanda chadwick.
          Hb 12%.
A    :
Ø  Diagnosa nomenklatur kebidanan:
Ny. R, G1P0A0, 23 th, hamil 6 minggu 4 hari
Dasar :
-     DS : nama Ny Rita, hamil yang pertama kali, usia 23 th, HPHT 10 september 2005, Pemeriksaan kehamilan tgl 11 oktober 2005 dengan tes urine hasil positif.
-     DO : terdapat penegangan di atas simphisis.
Ø  Masalah : Mual muntah
Dasar :
-     Ibu mengeluh mual muntah di pagi hari.
Ø  Kebutuhan :
-     Informasi tentang kehamilan
-     informasi tentang perawatan kehamilan
-     Informasi tentang kebutuhan nutrisi yang baik untuk ibu hamil
Dasar :
-     DS : Ibu mengatakan belum tahu tentang kehamilan dan perawatan kehamilan
-     DS : Ibu mengatakan kurang nafsu makan, frekuensi makan 1 – 2 X/hari dengan porsi kecil.
P     :
Ø  Jelaskan pada ibu dan keluarga tentang kondisi ibu dan kehamilannya.
Ø  Informasikan tentang mual muntah yang dialami ibu dan cara mengatasinya.
Ø  Libatkan  keluarga untuk memberikan dukungan pada ibu.
Ø  Informasikan tentang kebutuhan nutrisi yang tepat bagi ibu hamil.
Ø  Informasikan tentang kehamilan dan perawatan yang dibutuhkan selama kehamilan.
Ø  Jelaskan tanda bahaya kehamilan tiga bulan pertama dan cara mengatasinya.
Ø  Berikan teraphi pada ibu.
Ø  Anjurkan ibu untuk datang 1 bulan lagi atau apabila ada keluhan.
I       :
Ø  Menjelaskan pada ibu dan keluarga bahwa kondisi ibu dan janin baik dalam kondisi normal.
Ø  Memberikan informasi bahwa mual muntah yang dialami ibu masih dalam batas normal dan biasa dialami oleh seorang wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama. Cara mengatasi mual muntah ibu adalah dengan makan sedikit tapi sering, setiap bangun tidur tidak langsung bangun tapi minum teh hangat dan makan makanan ringan terlebih dahulu.
Ø  Melibatkan keluarga agar mendukung ibu dengan motivasi agar kehamilannya bisa berjalan dengan normal.
Ø  Memberikan informasi bahwa wanita hamil membutuhkan lebih banyak kalori maupun protein, sehingga ibu dianjurkan untuk makan dengan porsi sedikit tapi sering dengan jenis nasi, lauk, sayur-sayuran hijau, buah dan dianjurkan minum susu 2X/hari.
Ø  Memberikan informasi bahwa kehamilan merupakan suatu proses alamiah yang dialami oleh setiap wanita, yang terpenting dari kehamilan adalah bagaimana si wanita hamil bisa menerima kehamilannya. Pemeriksaan kehamilan harus dilakukan di tenaga kesehatan ataupun pelayanan kesehatan minimal 4X selama kehamilan dan mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2X selama kehamilan. Selama kehamilan ibu harus merawat puting susu sebagai persiapan untuk pemberian ASI ekslusif, pada kehamilan tiga bulan kedua ibu akan melaksanakan senam hamil untuk persiapan proses persalinan.
Ø  Tanda bahaya kehamilan pada 3 bulan pertama adalah keluarnya darah dari jalan lahir, peningkatan tekanan darah yang tidak normal selama kehamilan, pusing yang sangat hebat, mual muntah lebih dari 10X/hari, pembekakan di kaki atau di wajah, pemeriksaan Hb kurang dari 12%. Apabila ibu mengalami salah satu yang disebutkan segera hubungi tenaga kesehatan atau datang langsung ke tempat pelayanan kesehatan.
Ø  Memberikan Vitamin B6 untuk mengatasi mual.
Ø  Menganjurkan ibu untuk datang lagi tanggal 25 November 2005 atau apabila ada keluhan.
E     :
Ø  Ibu dan keluarga memahami kondisi yang dialami oleh ibu.
Ø  Ibu Paham dengan mual muntah yang dialaminya dan bersedia melaksanakan anjuran bidan untuk makan sedikit tapi sering.
Ø  Keluarga bersedia memberikan dukungan pada ibu untuk mengatasi mual muntah dan menghadapi kehamilannya.
Ø  Ibu paham kebutuhan nutrisi yang tepat bagi ibu hamil.
Ø  Ibu mengerti tanda bahaya kehamilan pada 3 bulan pertama.
Ø  Ibu sudah memperoleh teraphi
Ø  Ibu bersedia datang lagi tanggal 25 november 2005.

B.     PRINSIP DOKUMENTASI KEBIDANAN
  1. Reliability
Yaitu kemampuan mengapresdiasikan data yang ada, misal :
-          Bidan dapat mencatat apa yang bisa dicatat
-          Bidan akan mengukur apa yang bisa diukur
Untuk mengapresiasikan data yang ada, seorang bidan harus melakukan tindakan-tindakan secara terstruktur dan sistematis, sehingga kita dapat memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya mengenai keadaan/kondisi pasien dan tindakan-tindakan medis yang telah dilakukan perencanaan tindakan medis selanjutnya
  1. Validity
Yaitu keakuratan
Misal :
-          Bidan menjelaskan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Keakuratan data dapat diperoleh apabila seorang tenaga medis berpedoman pada prinsip :
a.          Akurasi
Yaitu mendekati nilai atau sumber data yang ada
b.          Presisi
Yaitu pengukuran data kemballi harus sama dengan pengukuran data sebelumnya
c.           Validitas Eksternal
Yaitu sampel harus sesuai dengan karakteristik data populasi yang kita teliti
d.          Validitas Internal
Yaitu kemempuan dan keahlian orang yang melakukan tugas, sensitifitas dari data diagnostik/alat laboratorium

C. ASPEK LEGAL DALAM DOKUMENTASI
1.        Harus dicantumkan identitas penulis (nama terang dan tanda tanmgan)
2.        Harus memuat identitas pasien
3.        Harus dicantumkan waktu dan tempat (tanggal dan jam)
4.        Stempel (personel dan institusional)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar