Kamis, Mei 17

PEMERIKSAAN FISIK


PEMERIKSAAN FISIK

Adalah bagian integral dari segala upaya untuk memperoleh data tentang keadaan kesehatan diri pasien dan lingkungan/keluargnya. Keadaan kesehatan pasien meliputi :
-          Riwayat kesehatan dan penyakit
-          Hasil pemeriksaan fisik
-          Data/hasil pemeriksaan penunjang seperti Lab/Ro./EKG,USG/CT.Scan
-          Catatan tentang obat-obat apa saja yang sedang/pernah diberikan.

Aturan dalam urutan pemeriksaan fisik, antara lain :
-          Inspeksi à pemeriksaan yang dilakukan dengan cara mengamati dengan seksama
-          Palpasi à pemeriksaan yang dilakukan dengan cara meraba dan memegang
-          Perkusi à pemeriksaan yang dilakukan dengan cara mengetuk
-          Auskultasi à pemeriksaan yang dilakukan dengan cara mendengarkan melalui stetoskop.

Tujuan dari pemeriksaan fisik adalah :
-          Menilai keadaan pasien dari hasil inspeksi umum
-          Menilai tanda-tanda vital (Tekanan Darah, Suhu, Respirasi, Nadi)
-          Menilai keadaan fisik tubuh, meliputi :
a.       Keadaan rambut dan higiene kepala
Meliputi : warna rambut (hitam, merah, coklat, pirang), kerontokan rambut, kulit kepala kotor, berbau, kadang ditemui lesi seperti vesicula, pustula, crusta.
b.      Hidrasi dan keadaan kulit daerah dahi
Dengan palpasi yaitu penekanan ibu jari pada kulit dahi dengan hasil terdapat bekas ibu jari (finger print)/tidak.
c.       Palpebrae
Menunjukkan edema. Biasanya lebih tampak bila pasien bangun tidur atau berbaring lama. Hal tersebut akan hilang/berkurang setelah pasien beraktivitas dengan posisi tegak.
Kelainan : Ptosis : keadaan dimana kelopak mata yang selalu tertutup/tidak mampu membuka. Lagophtalmus : keadaan dimana kelopak mata yang tidak bisa menutup rapat.
d.      Sclera dan conjungtiva
Sclera : terdapat/tidak ikterus dengan cara 2 jari menarik palpebrae dan pasien melihat ke bawah.
Conjungtiva : terdapat/tidaknya keadaan anemik dan radang.
e.       Pupil dan refleks cahaya
f.       Visus/ketajaman penglihatan
g.      Rongga hidung dari depan/rhinoscopia anterior
h.      Daun telinga, liang telinga dan membran tympani
i.        Fungsi pendengaran
j.        Higiene rongga mulut, gigi, lidah dan pharynk
k.      Kelenjar getah benih leher, submandibula dan sekitar telinga
l.        Kelenjar thyroid
m.    Tekanan Vena Jugularis (JVP)
n.      Kaku kuduk pada tengkuk
o.      Thorax dan fungsi pernapasan
p.      Jantung
q.      Abdomen
r.        Genetalia dan anus
s.       Ektremitas
t.        Payudara (Mamae)

PEMERIKSAAN KEADAAN UMUM

Penilaian keadaan umum meliputi :
1.      Keadaan pasien
Menilai keadaan pasien dari hasil inspeksi terhadap pasien, seperti pasien tampak sakit ringan/sedang/berat/tidak sakit, pasien tampak bisa jalan/makan/gembira, pasien tampak sesak/terpasang cairan infus, dll.

2.      Tanda-tanda vital
-                 Tingkat kesadaran
Kesadaran adalah derajat hubungan antara Hemispherium Cerebri dengan Reticular Activating System (di bagian atas pada otak)
Terdapat dua penilaian :
a.       Penilaian kualitatif tingkat kesadaran, secra klinis dan umum digunakan adalah :
§  Compos mentis à baik/sempurna
§  Apatis à perhatian berkurang
§  Somnolens à mudah tertidur walaupun sedang diajak bicara
§  Sopor à dengan rangsangan kuat masih memberikan respon gerakan
§  Soporo-comatous à hanya tinggal refleks cornea (sentuhan ujung kapas pada cornea, akan menutup kelopak mata)
§  Coma à tidak memberikan respon sama sekali
b.      Penilaian kuantitatif tingkat kesadaran dengan menggunakan skala coma Glasglow, meliputi :
§  Respon motorik
Nilai 6
:
mampu mengikuti perintah sederhana seperti mengangkat tangan, melakukan gengaman
Nilai 5
:
mampu menunjuk tepat tempat rangsangan nyeri yang diberikan seperti pada sternum, cubitan pada M. Traperius
Nilai 4
:
flesi menjauh dari rangsangan nyei yang diberikan tetapi tidak menunjuk lokasi/tempat rangsangan dengan tangannya
Nilai 3
:
flexi abnormal
bahu adduksi, flexi dan pronasi lengan bawah, flexi pergelangan tangan dan tinju mengepal bila diberi rangsangan nyeri (Decorticate Rigidity)
Nilai 2
:
extensi abnormal
bahu adduksi dan rotasi interna, extensi lengan bawah, flexi pergelangan tangan dan tinju mengepal bila diberi rangsangan nyeri (Decorticate Rigidity)
Nilai 1
:
sama sekali tidak ada respon

§  Respon bicara/verbal
Diperiksa pada saat pasien terjaga (bangun) dan pemeriksaan ini tidak berlaku bila pasien mengalami trauma mulut, terpasang intubasi trachea (ETT) dan dysphasia/aphasia
Nilai 5
:
Pasien orientasi penuh/baik dan mampu berbicara. Orientasi meliputi waktu, tempat, orang, siapa dirinya, berada dimana, tanggal, hari
Nilai 4
:
Pasien “confuse”/tidak orientasi penuh
Nilai 3
:
Bisa bicara, kata-kata yang diucapkan jelas dan baik, tetapi tidak menyambung dengan apa yang sedang dibicarakan
Nilai 2
:
Bisa bersuara tetapi tidak dapat ditangkap jelas apa artinya/nggereyem
Nilai 1
:
Tidak bersuara apapun walau diberikan rangsangan nyeri

§  Pembukaan mata
Periksalah rangsangan minimum apa yang bisa membuka satu dan kedua matanya dengan catatan mata tidak dalam keadaan terbalut ataupun edema.
Nilai 4
:
Mata membuka spontan, misalnya sesudah disentuh
Nilai 3
:
Mata baru membuka kalau diajak bicara atau dipanggil nama atau diperintahkan membuka mata
Nilai 2
:
Mata membuka hanya kalau dirangsang kuat/nyeri
Nilai 1
:
Tidak membuka mata walaupun diberikan rangsangan nyeri

-                 Pemeriksaan/pengukuran dan pencatatan
a.       Mengukur tekanan darah
Lebar manset 2/3 lebar lengan, posisi pasien duduk/berbaring, pada lengan kanan atau kedua lengan, memompa secepat mungkin sampai 20-30 mm di atas hilangnya nadi A. Radialis. Menempatkan stetoskop dengan benar, menurunkan permukaan air raksa dengan kecepatan 3 mm/detik, mendengarkan bunyi dengan seksama.
Kriteria hipertensi menurut WHO : seorang dikatan hipertensi/mempunyai penyakit tekanan darah tinggi, bila diukur dalam keadaan istirahat cukup dan kondisi tenang didapatkan nilai sistolik lebih dari 160 mmHg dan diastolik 90 mmHg.
Sistolik yaitu bunyi pertama yang terdengar, bersifat lemah dengan nada agak tinggi, terdengar (tek....., tek.....)
Diastolik yaitu saat bunyi hilang atau tidak terdengar lagi.

b.      Menghitung nadi
Nadi dihitung selama satu menit penuh. Adapun komponen yang harus dilaporkan pada pemeriksaan nadi yaitu frekuensi, teratur/tidaknya dan isinya.
Tempat-tempat palpasi denyut nadi :
§  A

§  . Radialis
§  A. Brachialis
§  A. Femoralis
§  A. Poplitea
§  A. Dorsalis pedis
§  A. Carotis
§  A. Temporalis


c.       Mengukur suhu tubuh
Melalui axillar, sublingual dan rectal.

d.      Menghitung pernapasan
Frekuensi napas dihitung selama 1 menit penuh dan diamati jenisnya.

e.       Catatan yang mencolok
Adalah hal yang penting/mencolok yang berkaitan/berhubungan dengan kelangsungan hidup/vital pasien untuk dilaporkan. Misalnya :
§  Perdarahan banyak dan masih berlangsung
§  Robekan dinding perut dan viscus keluar
§  Fraktura iga menembus kulit
§  Pasien cyanosis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar