Jumat, Mei 11

SIKLUS MENSTRUASI


SIKLUS MENSTRUASI

 Pubertas tercapai pada usia 12-16 tahun dipengaruhi oleh keturunan, bangsa, iklim & lingkungan. Pertama kali menstruasi disebut dengan menarche. Pertumbuhan payudara pertama kali disebut thelarche. Tumbuhnya rambut kemaluan disebut dengan pubarche.
 Siklus menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.
Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
1.      FSH-RH (Follicle Stimulating Hormone Releasing Hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
2.      LH-RH (Luteinizing Hormone Releasing Hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
3.      PIH (Prolactine Inhibiting Hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin
Gambar Siklus Hormonal
 
1.      SIKLUS MENSTRUASI
Menstruasi dipengaruhi oleh :
-        Gn RH à untuk merangsang pelepasan FSH, LH, prolaktin
-        Prolaktin à diproduksi oleh sel α hipofisis anterior, memulai & mempertahankan produksi progesteron
-        FSH & LH à diproduksi oleh sel β hipofisis anterior, sekresi estrogen
-        Estrogen & Progesteron  mempengaruhi perubahan endometrium 

Siklus ini dibagi menjadi 4 tahap, yaitu :
a.       STADIUM MENSTRUASI
-        Endometrium mengalami peluruhan sehingga menyebabkan perdarahan. Lapisan yg tertinggal disebut stratum basale, berlangsung selama 4 hari.
-        Saat haid akan keluar darah, potongan-potongan endomettrium & lendir serviks
-        Darah tidak membeku karena ada fermen yang mencegah pembekuan darah & mencairkan potongan-potongan mucosa
-        Banyaknya darah keluar selama haid normal ±50 cc
b.      STADIUM PROLIFERASI (5-14)
Dibagi menjadi 2 tahap :
1)      Proliferasi Dini
-          Endometrium tumbuh tebal ± 2 mm
-          Kelenjar lurus, epitelnya kubus rendah, intinya basal
2)      Stadium Proliferasi Lanjut
Endometrium lebih tebal karena bertambahnya stroma akibat pemecahan sel-sel
c.       STADIUM SEKRESI (14-28)
1)      Sekresi Dini
-          Lebih tipis dari fase sebelumnya
-          Hal ini karena kehilangan cairan, tebalnya ± 4-5 mm
-          Endometrium sudah dapat dibedakan :
a)      (Stratum compactum) saluran kelenjar yang sempit, lumennya berisi sekret, stroma yang berlebihan & memperlihatkan oedem
b)      (Stratum spongiosum) banyak lubang-lubangnya terdapat rongga dari kelenjar-kelenjar yang banyak, melebar & berkelok-kelok dengan stroma yang sedikit diantaranya
c)      (Stratum basale) berbatasan dengan otot, inaktif kecuali mitosis pada kelenjar
2)      Sekresi Lanjut
-        Tebalnya ± 5-6 mm
-        Ada peningkatan dari fase sebelumnya, dimana endometrium menjadi sangat vaskuler, kelenjar berkelok-kelok & kaya glikogen
-        Ideal untuk nutrisi & perkembangan ovum
-        Sel stroma sitoplasmanya bertambah
-        Ibu hamil à stroma desidua akibat pengaruh progesteron
d.      STADIUM PRE MENSTRUIL
1)     Stroma mengalami disintegrasi, dgn hilangnya cairan & sekret maka terjadi kolaps dari kelenjar & arteri  terjadi vasokonstriksi  mengalami relaksasi  pecah
2)     Masa dari hari pertama haid sampai hari pertama haid berikutnya disebut siklus
3)     Siklus haid normal 28 hari (3-5 mg)
4)     Lama haid ± 4-5 hari
 2.      SIKLUS OVARIUM
 Ovarium merupakan organ reproduksi wanita terletak di dalam tubuh, dilapisi oleh selapis sel epitel dan jaringan ikat padat disebut tunika albugenia. Ovarium mempunyai jaringan penggantung disebut mesovarium.
Fungsi Ovarium:
a.          Sebagai kelenjar eksokrin menghasilkan sel telur atau ovum
Sebagai kelenjar endokrin menghasilkan hormon estrogen dan progesteron 
Pengaruh Hormon dalam Oogenesis
Kelenjar hipofisis mengeluarkan hormon Folikel Stimulating Hormon (FSH) yang merangsang pertumbuhan sel-sel folikel di sekeliling ovum. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang disebut Folikel de Graaf.
Folikel de Graaf mengeluarkan hormon estrogen. Hormon estrogen merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon Luitinizing Hormon (LH), hormon LH merangsang terjadinya ovulasi.
Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH membentuk badan kuning atau korpus luteum
Korpus luteum mengeluarkan hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi FSH dan LH
Kemudian korpus luteum mengecil dan hilang, sehingga akhirnya tidak membentuk progesteron lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali.

1)      Follicle Stimulating Hormone (FSH)
-         Oosit awalnya dilapisi oleh folikel primordial. Sel folikel akan mengadakan proliferasi sehingga terbentuk beberapa lapisan. 
-         oosit dilapisi 1 lapis sel folikel  folikel primer,
-         2 lapis  folikel sekunder,
-         3 lapis />  folikel tersier
-         antara ovum dengan sel folikel terdapat ruang/rongga yang disebut antrum fase ini disebut folikel de Graaf.
2)      Luteinizing Hormone (LH)
-         LH bersama-sama dengan FSH akan merangsang pematangan ovum dan ovulasi
3)      Estrogen (Hormon Ovarium)
-         Fungsi estrogen: proliferasi dan penebalan dinding endometrium & sel-sel spesifik di dalam tubuh yang bertanggung jawab pada perkembangan karakteristik seks sekunder wanita, seperti pembesaran payudara, pinggul, tumbuh rambut pada alat vital dan di ketiak.
-         Estrogen = hormon seks wanita, dibawah pengaruh hormon ini terjadi penebalan dinding endometrium, sehingga fase ini disebut fase proliferasi.
-         Efek estrogen
Pubertas :
a)      Merangsang pertumbuhan organ reproduksi internal, genetalia eksterna dan mammae
b)      Merangsang pertumbuhan rambut tubuh
c)      Merangsang pertumbuhan tulang panjang dan penutupan dini epifise
d)     Merangsang distribusi lemak wanita
4)       Progesteron
-        Dibentuk oleh korpus luteum setelah terjadi ovulasi
-        Dapat diisolir kecuali dari plasenta juga dari kelenjar suprarenalis dan darah yang berasal dari V. Ovarica
-        Kadar tertinggi pada urine dijumpai pada hari ke-20-21 setelah M dan menurun sampai hilang 2 hari sebelum M
-        Pengaruh terhadap uterus :
Endometrium bersekresi  tebal dan oedematus à mempermudah nidasi
*      Fase sekresi à endometrium tertimbun glikogen dan mineral (Ca) penting untuk makan ovum dan mempertahankan kehamilan (kalau kurang mudah abortus)
Terhadap dinding uterus : mengurangi kontraksi dari pengaruh oksitosin
Terhadap mammae : pertumbuhan acini dan lobuli kelenjar mammae seperti pada fase post ovulatoir dan selama kehamilan
a.       Rangsangan sekresi kelenjar endometrium
b.      Induksi mukus cervix yang kental & lengket
c.       Menurunkan proliferasi sel epitel vagina
d.      Menghambat efek “milk – inducing” dari prolaktin
e.       Memberikan efek feedback pada hipotalamus dan hipofisis anterior.

Menstruasi Ovulatoir adalah menstruasi yang didahului oleh ovulasi (M yang normal). Menstruasi Anovulatoir adalah menstruasi tanpa didahului ovulasi (tidak terjadi korpus luteum dan pembentukan progesteron)  endometrium tetap dalam stadium proliferasi sampai terjadi Menstruasi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar