Minggu, Mei 20

SISTEM


SISTEM

Gabriel A. Almond : “Sistem sbg suatu konsep ekologis yg menunjukkan adanya suatu organisasi yg berinteraksi dg lingkungan yg mpengaruhi maupun yg dipengaruhinya
Schoderbek & Co. : “Sistem sebagai seperangkat ‘tujuan’ yang bersama-sama dengan interelasi di antara tujuan dan di antara ‘atribut-atributnya’ dihubungkan satu sama lain, serta dihubungkan dengan ‘lingkungan’ sedemikian rupa sehingga membentuk satu ‘keseluruhan’ ”.
Schoderbek & Co. menunjukkan 10 karakteristik sistem :
1.      Interelasi dan interdependensi
Setiap sistem mempunyai berbagai elemen atau subsistem yang saling berkaitan dan saling bergantung satu sama lain.
2.      Holisme
Setiap pendekatan sistem mengharuskan pengamatan dimulai dari keseluruhan. Artinya suatu elemen/bagian/unsur dilihat dalam kaitan interdependensinya dengan keseluruhan elemen/bagian/unsur lainnya
3.      Sasaran
Sistem terjadi interaksi antar elemen/unsur/sub-sistem yang dapat menghasilkan sesuatu keadaan yang memungkinkan aktivitas-aktivitas dalam sistem mencapai tujuan yang telah ditentukan
4.      Masukan dan keluaran
Seluruh sistem dapat bekerja jika telah adanya masukan (input) yg akan diproses menjadi keluaran (output) yg diperlukan sbg masukan-masukan bagi sistem lain.
5.      Transformasi
Semua sistem selalu mengubah masukan menjadi keluaran dalam arti masukan itu diproses sedemikian rupa sehingga bentuk keluaran itu akan berbeda dari bentuk awalnya.
6.      Entropi
Semua sistem mempunyai ‘batas kehidupan’ apabila dalam sistem tersebut terdapat ketidakteraturan (kondisi disorganisasi) mencapai puncak tertinggi sehingga terjadi stagnasi akhirnya sistem akan mati.
7.      Regulasi
Supaya elemen-elemen dalam sistem yang saling berkaitan dan bergantung perlu untuk diatur interaksinya (mis. dg perencanaan dan kontrol) agar semua tujuan sistem dapat tercapai
8.      Hierarki
Semua sistem secara keseluruhan terdiri atas subsistem-subsistem. Jaringan yang meliput seluruh subsistem dan subsistem yang lebih kecil adalah hirarki
9.      Diferensiasi & Equifinaliti
Diferensuasi : setiap elemen/subsistem dari suatu sistem masing-masing akan melaksanakan fungsi-fungsi tertentu. Artinya memiliki fungsi yang berbeda dari fungsi yang dimiliki oleh subsistem yang lain
Equifinaliti : dalam sistem terbuka sesuatu keadaan dapat dicapai dengan berbagai macam, artinya sesuatu hasil dapat ditempuh dengan berbagai cara dan jalan.





Rusell L. Ackoff  sistem sbg : “seperangkat elemen yg saling melakukan interaksi”.
l  Rusell L. Ackoff  menyadari situasi dunia yang semakin kompleksitas dan interdependensi, maka situasi sekarang dinamakan “Century  of  System” (Abad Sistem)
l  Alvin Toffler disebut dg “future shock
l  Peter Drucker dikatakan sbg “the age of discontinuity”.



Cycle Diagram
 














Ciri-ciri good governance, yaitu :
1.      Partisipasi
Setiap warga negara mempunyai suara dalam pembuatan keputusan, baik secara langsung maupun melalui intermediasi institusi legitimasi yang mewakili kepentingannya.
Partisipasi seperti ini dibangun atas dasar kebebasan berserikat, berbicara dan berparetisipasi secara kontruktif.
2.      Kekuasaan Hukum (rule of law)
Kerangka hukum harus adil dan dilaksanakan tanpa pengecualian, terutama hukum untuk Hak Asasi Manusia (HAM).
3.      Transparansi
-          Transparansi dibangun atas dasar kebebasan arus informasi.
-          Proses kegiatan lembaga dan informasinya secara langsung dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan.
-          Dalam hal ini informasi harus dipahami dan dimonitor.
4.      Ketanggapan (responsiveness)
Setiap lembaga dan proses kegiatannya harus melayani para pihak terkait (stakeholders).
5.      Orientasi Konsensus
Governance yang baik menjadi perantara kepentingan yang berbeda untuk memperoleh pilihan terbaik bagi kepentingan yang lebih luas, baik dalam hal kebijakan maupun prosedur.
6.      Kesataraan (Equity)
Semua warga negara, baik laki-laki maupun perempuan, mempunyai kesempatan untuk meningkatkan atau memelihara kesejahteraannya.
7.      Hasil Guna Dan Daya Guna (Effectiveness & Efficiency)
Setiap proses dan lembaga menghasilkan produk tertentu dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia sebaik mungkin.
8.      Ketanggunggugatan (Accountability)
Para pengambil keputusan dalam pemerintahan, sektor swasta dan masyarakat bertanggung jawab kepada publik dan lembaga-lembaga stakeholders. Akuntabilitas ini berbeda-beda tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut internal atau eksternal.  
9.      Visi Strategis
Para pemimpin dan publik harus mempunyai perspektif governance yang baik dan pengembangan sumber daya manusia yang luas dan jauh ke depan sejalan dengan apa yang diperlukan untuk pembangunan.

Pengertian Sistem Medis
Sistem Pelayanan Kesehatan a/ Sistem Medis ad Pola-pola dr pranata2 sosial & tradisi2 budaya  menyangkut perilaku yg disengaja u/ meningkatkan kesehatan yg baik. (Dunn 1976 : 135)
Yang dimaksud yankes ad setiap upaya yg diselenggarakan sendiri/secara bersama dlm suatu org u/ memelihara & meningkatkan kesehatan, mencegah & menyembuhkan penyakit serta memulihakan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, a/ masy.
Pengertian tsb di atas, bentuk dan jenis yankes dibedakan 2 :
         Pelayanan kedokteran (medical service) serta
         Pelayanan kesehatan masyarakat (public health service).
Penyakit, dg rasa sakit & penderitaannya merup kondisi manusia yg dpt diramalkan & merup gejala biologis & sosial-ekonomi yg bersifat universal.
         Manusia (dibandingkan dg hewan) lbh sering berusaha u/ menyembuhkan si sakit, krn keharusan, manusia mau tdk mau senantiasa menaruh perhatian thd masalah2 kesehatan serta usaha mempertahankan kelangsungan hidup & sejauh batas2 pengetahuannya, mencari penyelesaian thd masalah2 penyakit.
Munculnya berbagai masy manusia menciptakan suatu strategi adaptasi baru dlm menghadapi penyakit, suatu strategi yg memaksa manusia u/ menaruh perhatian utama pd pencegahan & pengobatan penyakit, yg membentuk suatu sistem medis a/ sistem yanakes
         Sistem pelayanan kesehatan yi suatu sistem yg mencakup keseluruhan dr pengetahuan, kepercayaan, keterampilan, & praktek2 dr para anggota dr tiap kelompok masy, yg mencakup semua aktivitas klinik & non klinik, pranata2 formal; dan informal serta segala aktivitas lain, yg walaupun menyimpang, berpengaruh thd derajat kesehatan kelompok tsb dan meningkatkan berfungsinya masy secara optimal.
         Secara singkat, kita memandang setiap sistem pelayanan kesehatan sbg mencakup semua kepercayaan ttg usaha meningkatkan kesehatan & tindakan serta pengetahuan ilmiah maupun keterampilan anggota2 kelompok yg mendukung sistem yankes tsb.
Sistem medis dibagi dlm 2 katagori :
         Sistem teori penyakit, meliputi kepercayaan2 mengenai ciri2 sehat, sebab2 sakit serta pengobatan & teknik penyembuhan lain yg digunakan o/ para dokter,
         Sistem perawatan kesehatan, yi suatu pranata sosial yg melibatkan interaksi antara sejumlah orang, paling sedikit antara pasien & penyembuh.
Perbedaan2 sistem teori penyakit & sistem perawatan kesehatan memiliki keuntungan2 dlm situasi tindakan2 tt, yi :
         Memungkinkan kita u/ mengatasi masalah kesehatan secara lbh bijaksana
         Menjadi lbh peka
         Memperkenalkan perubahan2 dlm praktek medis yg sebelumnya hanya mengenal sistem2 tradisional belaka
2 tokoh yankes metologi Yunani
         Asclepius : cenderung menunggu terjadinya penyakit → pendekatan kuratif (pengobatan), → pelayanan kesehatan kuratif (currative health care)
         Higeia : cenderung melakukan upaya2 pencegahan penyakit & meningkatkan (promosi) sebelum terjadinya penyakit → pendekatan preventif. → pelayanan pencegahan (preventive health care)
Perbedaan currative health care) dg preventive health care :
         Pendekatan kuratif dilakukan thd sasaran secara individual, kontak thd sasaran (pasien) umumnya sekali saja. Jarak antara petugas kesehatan (dokter, dokter gigi, dsb) dg pasien a/ sasaran cenderung jauh. Sdg pendekatan preventif sasarannya ad masy, masalah yg ditangani pd umumnya juga masalah masy, hub ant petugas kesehatan dg masy lbh bersifat kemitraan.
         Pendekatan kuratif cenderung bersifat reaktif = hanya menunggu masalah datang, misalnya dokter yang menunggu pasien kalau tdk datang berarti tdk ada masalah. Sdg pendekatan preventif lbh menggunakan pendekatan proaktif = tdk menunggu adanya masalah datang ttp turun ke masy mencari dan mengidentifikasikan masalah di masy serta kemudian melakukan tindakan.
         Pendekatan kuratif cenderung melihat & menangani klien lbh pd sistem biologis manusia hanya dilihat secara partial, padahal manusia terdiri dari kesehatan biopsikososial yg terlihat aspek satu dg lainnya. Sdg pendekatan preventif melihat klien sbg mahluk yg utuh dg pendekatan yg holistis a/ menyeluruh.
Sejarah perkembangan kesmasy & yankes sdh dimulai semenjak manusia hadir di dunia ini sblm berkembangnya ilmu pengetahuan modern. Karena secara naluriah manusia sbg mahluk sosial hidup berkelompok saling tolong menolong
         Mk secara sosbud yankes merup bentuk adaptasi budaya
3 jenis adaptasi budaya :
         Adaptasi I : Ketika manusia hidup nomaden banyak kasus anggota yang sakit dibiarkan dan ditinggalkan kelompoknya.
         Adaptasi II : Ketika manusia hidp telah menetap dan telah ditetapkannya norma-norma masyarakat dan kindship institutions terlah terbentuk, maka timbullah hak dan kewajiban antara anggota kelompok. Maka jika ada salah satu anggota yang sakit maka ada kewajiban anggota lain (terutama) kerabatnya untuk membantu merawat.
         Adaptasi III : Dari kewajiban merawat tadi maka timbullah aneka kreasi tindakan untuk meringankan termasuk menghilangkan perasaan sakit si sakit. Dari sinilah berkembang pengetahuan mengenai pelayanan kesehatan.
Perkembangan kesmas & yankes ada 2 tahap utama
         Periode Sebelum Ilmu Pengetahuan ( Pre-scientific Period )
         Periode Ilmu Pengetahuan ( Scientific Period )
Kebudayaan tertua Mesir Kuno ( 3500 SM ), Mesopotamia / Babilonia ( 3000 SM  ), Cina ( 3500 SM ), India ( 3000 SM ), Yunani ( 2500 SM ) dan Romawi ( 2500 SM ) telah tercatat bhw manusia sdh melakukan usaha u/ penanggulangan masalah2 kesmas & penyakit
         Ada dokumen2 tertulis yg mengatur ttg pembuangan air limbah/drainase pemukiman, pembangunan kota, pengaturan air minum, dsb
         Zaman Romawi Kuno tlh ada peraturan yg mengharuskan masy mencatatkan pembangunan rumah, melaporkan adanya binatang2 yg berbahaya dan binatang piaraan yg menimbulkan bau. Bahkan pada zaman itu sudah ada keharusan pemerintah kerajaan u/ melakukan supervisi ( peninjauan ) tempat2 minuman, warung makan, tempat prostitusi, dsb. Kemudian ada keharusan mengasingkan diri bagi penderita penyakit kusta dg menutupi seluruh tubuhnya, & kewajiban u/ berteriak kata “kotor” jk berpapasan dg orang lain.

Bangkitnya science akhir abad ke-18 mempunyai dampak thd segala aspek kehidupan manusia, termasuk masalah kesehatan
         Sebelumnya masalah kesehatan khususnya penyakit hanya dilihat sbg fenomena biologis & pendekatan yg dilakukan hanya secara biologis yg sempit.  Mk mulai abad ke-19 masalah kesehatan ad masalah yg kompleks, o/ sebab itu pendekatan masalah kesehatan hrs dilakukan secara komprehensif & multi sektoral.
         Mulai ditemukan berbagai macam penyebab penyakit & vaksin sbg pencegah penyakit. Louis Pasteur  → vaksin penyakit cacar, Joseph Lister → asam carbol u/ sterilisasi , & William Marton → ether sbg anastesi 
         Penyelidikan dan upaya kesmas secara ilmiah mulai dilakukan  th 1832 di Inggris. Episemi kolera shg Parlemen Inggris membentuk komosi u/ penyelidikan & penanganan masalah wabah kolera ini
         Pada awal abad ke-20 mulai dikembangkan pendidikan u/ tenaga kesehatan profesional. Th 1893 John Hopkins mempelopori berdirinya universitas didalamnya terdapat Fakultas Kedokteran
Ruang lingkup sistem medis :
         Sistem medis Tradisional
         Sistem medis Modern
Ada 3 komponen pokok pengobatan tradisional, yi :
         Kedudukan & peranan pengobat tradisional dlm masy → karakteristik pengobat tradisional
         Konsep kehidupan, kematian, penyebab penyakit & kepercayaan jatuh sakit, → konsep pengobatan tradisional
         Perilaku & praktek pengobat tradisional dlm melaksanakan pekerjaannya → praktek pengobatan tradisional

Sistem yankes masy modern mencakup 2 komponen utama, yi :
         Pelayanan dokter (medical service)
         Pelayanan kesehatan masyarakat (public health service)
Sistem pelayanan kesehatan secara umum, yaitu pelayanan kesehatan masyarakat adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah :
         Pelayanan Preventif (pencegahan)
         Pelayanan Promotif (peningkatan kesehatan)
         Pelayanan Kuratif  (pengobatan)
         Pelayanan Rehabilitatif  (pemulihan)
Yankes, diselenggarakan pemerintah a/ swasta, perlu memperhatikan :
         Penanggung jawab
         Standar Pelayanan,
         Hubungan Kerja,  merup pembagian kerja yg jelas antara bagian yg satu dg bagian yg lain. Artinya fasilitas kesehatan hrs mempunyai struktur org yg jelas
         Pengorganisasian Potensi Masy, yi mengikutsertakan masy a/ pengoranisasian masy.



Sakit ada beberapa tingkat a/ gradasi
         Sakit ringan (mild)
         Sakit sedang (moderate)
         Sakit parah (severe)

Dari ke-3 bentuk gradasi penyakit menuntut bentuk yankes yg berbeda, disini rujukan a/ sistem rujukan sangat berperan. Mk ada 3 bentuk pelayanan, yaitu :
         Yankes tingkat I (Primary health care), diperlukan masy yg sakit ringan dan masy yg sehat u/ meningkatkan kesehatan mereka a/ promosi kesehatan.
         Yankes tingkat II  (Secondary health care), diperlukan o/ masy yg memerlukan perawatan nginap, yg sdh tdk dpt ditangani o/ yankes primer. mis RS Tipe C dan D, & memerlukan tersedianya tenaga2 kesehatan spesialis.
         Yankes tingkat III  (Tertiary health care), diperlukan o/ masy a/ pasien yg sdh tdk dpt ditangani o/ yankes sekunder. Yankes tersier ini sdh kompleks, & memerlukan tenaga2 super spesialis. Mis RS Tipe A dan B.

Ketiga jenis yankes tsb tdk berdiri sendiri namun berada dlm suatu sistem & saling berhub. Bila yankes primer tdk dpt melakukan tindakan medis primer, mk menyerahkan tgjawab pd yankes diatasnya, demikian seterusnya. Penyerahan tgjawab dr suatu yankes kepelayanan yg lain = “rujukan”.
“Sistem rujukan” adalah suatu sistem penyelenggaraan kesehatan yg dilaksanakan pelimpahan tgjawab timbal balik thd suatu kasus penyakit a/ masalah kesehatan secara vertical pd unit yg lbh mampu menangani, a/ secara horizontal (antar unit yang setingkat kemampuannya).
Rujukan dibedakan menjadi
         Rujukan Medik : berkaitan dg upaya penyembuhan penyakit & pemulihan kesehatan pasien.
         Rujukan Kesehatan Masyarakat : berkaitan dg upaya pencegahan penyakit (preventif) & peningkatan kesehatan (promotif).

Ciri Pokok Sistem Medis Tradisional / Non-Barat = ETNOMEDISIN

Charles C. Hughes :  Etnomedisin ad kepercayaan & praktek2 yg berkenaan dg penyakit, yg merup hasil dr perkembangan kebudayaan asli & yg eksplisit tdk berasal dr kerangka konseptual kedokteran modern.”
Poster & Anderson, ada dua sistem medis no-Barat, yi :
1.      Sistem Personalistik, ad suatu sistem kepercayaan yg menyatakan bhw penyakit (illness) disebabkan o/ intervensi dr suatu agen yg aktif  dpt berupa :
-          Mahluk supranatural (mahluk gaib a/ dewa)
-          Mahluk yg bukan manusia (seperti hantu, roh leluhur, a/ roh jahat)
-          Maupun mahluk manusia (tukang sihir, tukang santet, a/ tukang tenung).
Orang yg sakit ad korbanya, objek dr agresi a/ hukuman yg ditujukan khusus kepadanya u/ alasan2 yg khusus menyangkut dirinya saja (shg digunakan istilah illness yg artinya bukan hanya penyakit tp jaga kemalangan).
2.    Sistem medis Naturalistik, menjelaskan tentang penyakit (disease ) dlm istilah2 sistemik yg bukan pribadi,  di dlm sistem ini agen yg aktif tdk menjelaskan peranannya
3.    Sistem Naturalistik, keadaan sehat sesuai dg model keseimbangan : yi apabila unsur2 dasar dlm tubuh manusia humor (cairan) dlm Yunani Kuno, yin & yang dlm pengobatan Cina Kuno, serta dosha dlm Ayurveda berada dlm keseimbangan menurut usia & kondisi individu maka tercapailah keadaan sehat. Apabila keseimbangan ini terganggu dari luar maupun dari dlm o/ kekuatan2 alam spt, panas, dingin, a/ kadang2 emosi yg kuat mk terjadilah penyakit.
Ada 3 sistem naturalistik
        Patologi Humoral, berdasarkan kosep humor (cairan) dlm tubuh manusia. Sumber system humoral dlm teori Yunani   mengenai 4 unsur yg meliputi; tanah, air, udara, & api yg telah dikenal sejak abad ke-6 SM.
        Pengobatan Ayurveda. Berasal dr pengobatan kitab suci orang Hindu Veda di India dikenal pengobatan Ayurveda. Dalam teori ini, alam semesta terdiri dr  4 unsur yg sama spt yg dikenal orang Yunani (bumi, air, api, udara) ditambah unsur ke-5 yi eter (ether). Pengaturan dr ke-5 unsur tsb dlm tubuh yg masing2 unsur memiliki 5 bentuk halus & 5 bentuk marerial  yg merup suatu mikrokosmos dr alam semesta.
        Pengobatan Tradisional Cina. Sistem ini mewakili kasus khusus  ttg konsep sentral dlm kosmologi Cina, pasangan kekuatan ‘yin’ & ‘yang’.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar