Rabu, Mei 16

PERSONAL HYGIENE


PERSONAL HYGIENE

A.    KONSEP DASAR
Asal kata dari Yunani artinya kebersihan perseorangan, tindakan menjaga kebersihan seseorang.
B.     TUJUAN PERAWATAN PERSONAL HYEGINE
1.      Peningkatan derajat kesehatan
2.      Pelihara kesehatan diri
3.      Perbaikan personal hyegine
4.      Mencegahan penyakit
5.      Meningkatkan percaya diri
6.      Ciptakan keindahan
C.    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSONAL HYEGINE
1.      Body image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya
2.      Praktik sosial
Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene
3.      Status sosial ekonomi
Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya
4.      Pengetahuan
Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya.
5.      Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan.
6.      Kebiasaan
Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.
7.      Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya
D.    DAMPAK YANG SERING TIMBUL PADA MASALAH PERSONAL HYGIENE
1.      Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku.
2.      Dampak Psikososial
Masalah sosial yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar