Rabu, Mei 16

PRINSIP PENCEGAHAN INFEKSI


PRINSIP PENCEGAHAN INFEKSI

1.      Beberapa definisi dalam pencegahan infeksi, antara lain adalah :
a.      Antisepsis
Antisepsis adalah usaha mencegah infeksi dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit atau jaringan tubuh lainnya.
b.      Asepsis atau Teknik Aseptik
Asepsis atau teknik aseptik adalah semua usaha yang dilakukan dalam mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh yang mungkin akan menyebabkan infeksi. Caranya adalah menghilangkan dan atau menurunkan jumlah mikroorganisme pada kulit, jaringan dan benda - benda mati hingga tingkat aman.
c.       Dekontaminasi
Dekontaminasi adalah tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa petugas kesehatan dapat menangani secara aman benda-benda (peralatan medis, sarung tangan, meja pemeriksaan) yang terkontaminasi darah dan cairan tubuh. Cara memastikannya adalah segera melakukan dekontaminasi terhadap benda - benda tersebut setelah terpapar/terkontaminasi darah atau cairan tubuh
d.     Disinfeksi
Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan hampir semua mikroorganisme penyebab penyakit pada benda – benda mati atau instrumen.
e.      Desinfeksi Tingkat Tinggi (DTT)
Suatu proses yang menghilangkan mikro organisme kecuali beberapa endospora bakteri pada benda mati dengan merebus, mengukus, atau penggunaan desinfektan kimia.
f.        Mencuci dan membilas
Suatu proses yang secara fisik menghilangkan semua debu, kotoran, darah, dan bagian tubuh lain yang tampak pada objek mati dan membuang sejumlah besar mikro organisme untuk mengurangi resiko bagi mereka yang menyentuh kulit atau menangani benda tersebut (proses ini terdiri dari pencucian dengan sabun atau deterjen dan air, pembilasan dengan air bersih dan pengeringan secara seksama).
g.      Sterilisasi
Sterilisasi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit), termasuk endospora bakteri pada benda-benda mati atau instrumen.

2.      Prinsip-prinsip pencegahan infeksi yang efektif berdasarkan :
a.      Setiap orang (ibu, bayi baru lahir, penolong persalinan) harus dianggap dapat menularkan penyakit karena infeksi yang terjadi bersifat asimptomatik (tanpa gejala).
b.      Setiap orang harus dianggap beresiko terkena infeksi.
c.       Permukaan tempat pemeriksaan, peralatan dan benda-benda lain yang akan dan telah bersentuhan dengan kulit tak utuh, selaput mukosa, atau darah harus dianggap terkontaminasi sehingga setelah selesai digunakan harus dilakukan proses pencegahan infeksi secara benar.
d.     Jika tidak diketahui apakah permukaan, peralatan atau benda lainnya telah diproses dengan benar, harus dianggap telah terkontaminasi.
e.      Resiko infeksi tidak bisa dihilangkan secara total tetapi dapat dikurangi hingga sekecil mungkin dengan menerapkan tindakan-tindakan pencegahan infeksi yang benar dan konsisten.

3.      Tindakan-tindakan pencegahan infeksi meliputi :
a.      Cuci tangan
b.      Memakai sarung tangan
c.       Memakai perlengkapan pelindung
d.     Menggunakan asepsis atau teknik aseptik
e.      Memproses alat bekas pakai
f.        Menangani peralatan tajam dengan aman
g.      Menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan serta pembuangan sampah secara benar.

MENCUCI TANGAN STERIL

1)      Pengertian
Mencuci tangan secara steril (suci hama) khususnya bila akan melakukan tindakan steril
2)      Tujuan
a)      Mencegah infeksi silang
b)     Membebaskan kuman dan mencegah kontaminasi tangan


MENCUCI TANGAN BERSIH

1)      Pengertian
Membersihkan tangan dari segala kotoran dimulai dari ujung jari sampai siku dan lengan dengan cara tertentu sesuai kebutuhan.
2)      Tujuan
a.      Membebaskan tangan dari kuman dan mencegah kontaminasi
b.     Memindahkan angka maksimum kulit dari kemungkinan adanya organisme patogen
c.       Mencegah atau mengurangi peristiwa infeksi
d.     Memelihara tekstur dan integritas kulit tangan dengan tepat

MEMAKAI SARUNG TANGAN STERIL

1.      Pengertian
Menggunakan sarung tangan merupakan komponen kunci dalam meminimalkan penularan penyakit serta mempertahankan lingkungan bebas infeksi.
2.      Tujuan
a.      Mengurangi resiko petugas terkena infeksi bakterial dari klien
b.      Mencegah penularan flora kulit petugas pada klien
c.       Mengurangi kontaminasi tangan petugas dengan mikroorganisme yang dapat berpindah dari klien satu ke klien yang lainnya

MENGENAKAN MASKER

a.      Tujuan
1)      Untuk mengurangi transmisi droplet mikroorganisme
2)      Melindungi dari infeksi pernafasan

PELINDUNG MATA

a.      Tujuan
Mencegah transmisi patogen melalui membran mukosa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar