Kamis, Mei 17

BONDING ATTACHMENT


BONDING ATTACHMENT

Adalah sebuah peningkatan hubungan kasih sayang dengan keterlibatan batin antara orang tua dan bayi (Nerson dan May, 1986)
Attachment adalah ikatan perasaan yang terjadi antara ibu dan bayi meliputi curahan perhatian serta adanya hubungan emosi dan fisik yang sangat akrab, ikatan ini dimulai sejak kehamilan ibu dengan usia janin berumur 20 mingg atau pertengahan trimester II dengan cara mengadakan komunikasi dengan keterikatan yang kuat.
Bonding adalah sebuah proses yang dimulai dengan interaksi emosi, fisik dan personal antara orang tua dan bayi hingga lahir. Hal ini dapat dilihat melalui kontak skin to skin, reflek menghisap, kontak visual ibu dan bayi serta sentuhan berdasarkan cinta antara ibu dan bayi. Proses ini berjalan terus menerus sampai memberikan efek yang positif bagi orang tua yakni membentuk peran orang tua sebagai orang tua dan efek pada bayi dengan memberikan perilaku emosi intelektual yang positif sejak awal kehidupan hingga dewasa.
Tujuan untuk membantu tubuh kembang fisik, emosi dan inteletual seorang anak dari awal kehidupan hingga dewasa.
Manfaat :
-         Bayi merasa ada yang mencintainya
-         Bayi merasa aman karena mendapat dekapan/pelukan ibu
-         Merupakan awal dalam menciptakan dasar-dasar kepribadian yang positif, misalnya perasaan besar hati dan sikap positif terhadap orang lain.

Faktor-faktor yang menghambat :
-         Kurang support dari keluarga, orang tua, tenaga kesehatan
-         Proses persalinan dengan tindakan SC
-         Bayi dan ibuu dengan resiko (tidak rawat gabung)
-         Kehadiran bayi yang tidak diharapkan


Upaya untuk meningkatkan bonding attachment:
  1. Membantu orang tua / keluarga untuk beradaptasi:
-         Ibu
a.       Memberikan perawatan dasar
b.      Izinkan ibu mendiskuskusikan pengalaman persalinannya
c.       Izinkan ibu memeriksa dan merawat bayinya
d.      Izinkan ibu membicarakan bayinya
e.       Ajarkan ibu berkomunikasi dengan bayinya
-         Ayah
a.       Izinkan ayah kontak sedini mungkin dengan bayinya
b.      Izinkan ayah mengekspresikan perasaannya
c.       Izinkan ayah memeriksa bayi
-         Sibling : Kakak/adik
a.       Menjenguk di RS
b.      Telepon
c.       Ijinkan sibling untuk menyentuh atau memegang bayi
d.      Anjurkan pengunjung untuk menegur sibling
e.       Sibling merawat boneka dan ibu merawat bayi
  1. Setelah bayi lahir
-         Tunjukan bagaiman bersikap lembut pada bayi, misalnya kakak diminta mengelus pipi bayi dan bukan pegang kepalanya
-         Biarkan anak memuaskan rasa ingin tahunya
-         Libatkan anak membantu
-         Katakan bahwa kita menyayanginya meskipun sekarang ada si bayi
-         Sediakan waktu khusus untuk kakak
-         Jangan tingggalkan anak sendiri dengan bayi karena hal ini berbahaya meski hanya sebentar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar