Selasa, Mei 15

PROSES KEHAMILAN


PROSES KEHAMILAN


1.      Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal yang kompleks. Menurut umur wanita, jumlah oogonium adalah
Bayi Baru Lahir               : 750. 000
Umur 6 - 15 tahun            : 439. 000
Umur 16 - 25 tahun          : 159. 000
Umur 26 - 35 tahun          : 59. 000
Umur 36 - 45 tahun          : 34. 000
Masa menopause              : semua hilang
Selama masa subur berlangsung 20 sampai 35 tahun hanya 420 buah ovum yang dapat mengikuti proses pematangan dan terjadi ovulasi.
a.       Proses pertumbuhan ovum (oogenesis).
Asalnya : 


b.     Dengan pengaruh FSH, folikel primer mengalami perubahan menjadi folikel de Graaf yang menuju ke permukaan ovarium disertai pembentukan cairan liquor folikuli.
c. Desakan folikel de Graaf ke permukaan ovarium menyebabkan penipisan dan disertai devaskularisasi.
d.    Selama pertumbuhan menjadi folikel de Graaf ovarium mengeluarkan hormon estrogen yang dapat mempengaruhi :
-        Gerakan dari tuba yang mendekati ovum
-        Gerakan sel rambut lumen tuba makin tinggi
-        Peristaltik tuba makin aktif
Ketiga faktor ini menyebabkan aliran cairan dalam tuba makin deras menuju uterus.
e.       Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak, terjadi poelepasan ovum yang disebut ovulasi.
f.       Dengan gerakan aktif tuba yang mempunyai umbai (fimbriae) maka ovum yang telah dilepaskan segera ditangkap oleh fimbriae tuba. Proses penangkapan ini disebut ovum pick up mechanism.
g.      Ovum yang tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju uterus, dalam bentuk pematangan pertama, artinya telah siap dibuahi.

2.      Spermatozoa
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
-        Spermatogonium berasal dari sel primitive tubulus.
-        Menjadi spermatosit pertama.
-        Menjadi spermatosit kedua.
-        Menjadi spermatid.
-        Akhirnya spermatozoa.
Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra, hipotalamus, hipofisis, dan sel interstitial leyding sehingga spermatogonium dapat mengalami proses mitosis. Pada setiap hubungan seks ditumpahkan sekitar 3 cc sperma yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc.

 Bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas :
-        Kepala        : lonjong sedikit gepeng yang mengandung inti.
-        Leher          : penghubung antara kepala dan ekor.
-        Ekor            : panjang sekitar 10 kali kepala, mengandung energi sehingga dapat bergerak.



Spermatozoa yang masuk ke dalam alat genetalia wanita dapat hidup selam tiga hari, sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi.

3.      Konsepsi 

Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. Proses konsepsi / mata rantai fertilisasi dapat berlangsung sebagai berikut :
a.  Ovum yang dilepaskan dalam proes ovulasi, diliputi oleh korona radiata, yang mengadung persediaan nutrisi.
b.      Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaphase ditengh sitoplasma yang disebut vitellus.
c.       Dalam perjalanan korona radiate makin berkurang pada zona pelusida. Nutrisi dialirkan kedalam vitellus, melalui saluran pada zona pelusida.
d.      Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba :
-        Tempat yang paling luas.
-        Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai silia.
-        Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampula tuba.
e.       Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam.
-        Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis servikalis dengan kekuatan sendiri.
-    Dalam kavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu pelepasan sebagian dari “liproteinnya“ sehingga mampu mengadakan fertilisasi.
-        Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba.
-        Spermatozoa hidup selama 3 hari dalam genetalia interna.
-      Spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis korona radiata dan zona pelusida dengan proses enzimatik hialuronidase.



-       Melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum.
-       Setelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum, ekornya lepas dan tertinggal di luar.
-       Kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot.





4.      Nidasi (Implantasi)
 Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium.
Blastula diselubungi oleh suatu simpai, disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim jaringan endometrium berada dalam masa sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua, yaitu sel-sel besar yang mengandung banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh trofoblas.
Blastula dengan bagian yang berisi massa sel dalam (inner-cell mass) akan mudah masuk ke dalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi. Inilah sebabnya, kadang-kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua (tanda Hartman). Umumnya nidasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim (korpus) dekat fundus uteri.
Bila nidasi telah terjadi, dimulailah diferensiasi sel-sel blastula. Sel-sel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk entoderm dan yolk sac, sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah suatu lempeng embrional (embrional plate) di antara amnion dan yolk sac.
Sel-sel trofoblas mesodermal yang tumbuh di sekitar mudenganah (embrio) akan melapisi bagian dalam trofoblas. Maka terbentuklah sekat korionik (corionic membrane) yang kelak menjadi korion. Sel-sel trofoblas tumbuh menjadi 2 lapisan :
-        Sitrofoblas, di sebelah dalam.
-        Sinsitiotrofoblas, di sebelah luar.
Vili koriales yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh bercabang-cabang, dan di sebut corion frondosom. Sedangkan yang berhubungan dengan desidua kapsularis kurang mendapat makanan sehingga akhirnya menghilang, disebut chorion leave. Dalam peringkat nidasi trofoblas dihasilkan hormone Human Chorionic Gonadotropin (HCG).

5.      Plasentasi dan Mukosa Rahim
Plasentasi merupakan pertumbuhan dan perekembangan korion. Mukosa rahim yang tidak hamil terdiri atas stratum kompakta dan stratum spongiosa. Desudua adalah mukosa rahim pada kehamilan yang terbagi atas :
-       Desidua basalis : terletak di antara hasil konsepsi dan dinding rahim, di sinilah plasentasi terbentuk.
-    Desidua kapsularis : yang meliputi hasil konsepsi kea rah rongga rahim, yang lama kelamaan bersatu dengan desidua vera karena obliterasi.
-        Desidua vera (parietalis) : yang meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya.
Plasenta adalah alat yang sangat penting bagi janin karena merupakan alat pertukaran zat antara ibu dan bayi dan begitu pula sebaliknya.



6.      Cairan Amnion
Bersifat alkali disebut basa PH >7. Jumlah meningkat secara bertahap sampai 1000 ml. Cairan amnion berfungsi :
-        Untuk proteksi janin.
-        Mencegah pelekatan janin dengan amnion.
-        Agar janin dapat bergerak dengan bebas.
-        Regulasi terhadap panas dan perubahan suhu.
-        Mungkin untuk menambah suplai cairan janin, dengan cara ditelan atau diminum, yang kemudian dikeluarkan melalui kencing janin.
-        Meratakan tekanan intra-uterin dan membersihkan jalan lahir bila ketuban pecah.
-        Peredaran air ketuban dengan darah ibu cukup lancar dan perputarannya cepat, kira-kira 350-500 cc.

7.      Pertumbuhan Mudigah (Embriogenesis)
Pertumbuhan mudigah (embrio) bermula dari lempeng embrional yang selanjutnya berdiferensiasi menjadi tiga unsur yaitu :
-        Sel-sel ektodermal.
-        Sel-sel mosedermal.
-        Sel-sel entodermal.
Ruang amnion akan bertumbuh pesat mendesak exocoeloma, sehingga dinding ruang amnion mendekati korion. Mesoblas di antara ruang amnion dan mudigah menjadi padat, disebut body stalk, yang merupakan jembatan antar mudigah dengan dinding trofoblas. Body stalk kelak menjadi tali pusat. Pada tali pusat ini terdapat :
-        Jelly Wharton : jaringan lembek yang berfungsi untuk melindungi pembuluh darah.
-        2 arteri umbilikalis, 1 vena umbilikalis.
Kedua arteri dan satu vena ini menghbungkan sistem kardiovaskular janin dengan plasenta. Sistem kardiovaskular akan terbentuk kira-kira pada kehamilan minggu kesepuluh.


Perkembangan Janin
4 minggu
:
Tubuh fleksi, berbentuk C.
8 minggu
:
Tubuh hamper terbentuk sempurna, hiduyng datar, mata jauh terpisah, tangan belum terbentuk. Mata, telinga, hidung, mulut dapat dikenali
12 minggu
:
Tumbuh kuku, terbentuk manusia, kulit kemerahan
16 minggu
:
Kepala masih dominan, wjah terlihat sesuai manusia, mata, telinga, hidung terlihat khas, tumbuh rambut kulit kepala
20 minggu
:
Vernuks kaseosa, lanugo, kaki memanjang terlihgat kelenjar sebasea
24 minggu
:
Kulit kemerahan dan keripput, terlihat vernik kaseosa dan kelenjar keringat.
28 minggu
:
Tubuh terbaring, keriput dan kemerahan makin berkurang, terlihat kuku
32 minggu
:
Lemak subcutan mulai terkumpul, kulit kemerahan dan lembut
36 minggu

Kulit kemerahan, tubuh melingkar, lanugo menghilang
40 minggu

Kulit halus dan kemerahan, rambut > banyak, lanugo pada bahu dan kemerahan bagi atas testis turun, labia mayora berkembang

Menentukan Usia Kehamilan
Cara menentukan :
a.       Menggunakan rumus Neagle
-        Umur kehamilan berlangsung 288 hari
-        Dasarnya HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)
-        Rumus : hari + 7, bulan -3, tahun +1
Contoh :
HPHT : 12 – 08 – 2007
             +7    -3        +1
             19 – 05 – 2008
b.      Gerakan pertama fetus.
c.       Perkiraan TFU (Tinggi Fundus Uteri).
d.      Penentuan usia hamil dengan USG.



Umur kehamilan berdasarkan TFU
Tinggi Fundus Uteri
Umur Kehamilan
·          2-3 jari diatas simfisis
·          ½ atau pertengahan simfisis-pusat
·          2-3 jari di bawah pusat
·          Setinggi pusat
·          3 jari di atas pusat
·          Pertengahan pusat-prosesus xifoideus
·          Setinggi prosesus xifoideus
·          2 jari di bawah prosesus xifoideus
12 minggu
16 minggu
20 minggu
22 minggu
28 minggu
34 minggu
36 minggu
40 minggu

Menentukan Periode Kehamilan
Setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya 4 kali kunjungan selama periode antenatal:
-        Satu kali kunjungan selama trimester I (sebelum 14 minggu).
-        Satu kali kunjungan selama trimester II (antara 14-28 minggu).
-        Dua kali kunjungan selama trimester III (antara 28-36 dan sesudah minggu ke 36).
* Kunjungan trimester I
-       Bangun hubungansling percaya antara petugas kesehatan dengan ibu hamil.
-       Deteksi masalah dan menanganinya.
-       Lakukan tindakan pencegahan seperti : teyanus neonatorum, anemia kekurangan Fe, penggunaan praktek tradisional yang merugikan.
-       Mulai persiapan bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi.
-       Dorongan perilaku yang sehat (gizi, latihan, kebersihan, istirahat dan sebagainya).
Kunjungan trimester II
-        Sama seperti trimester I di tambah kewaspadaan khuusnya mengenai preeklamsi dengan gejala-gejala, pantau tensi, evaluasi edema, periksa proteinuria.
Kunjungan trimester III (antara 28-36 minggu)
-        Sama seperti trimester II di tambah palpasi abdominal untuk mengetahui ada tidaknya kehamilan kembar.
Kunjungan trimester III (setelah 36 minggu)
-        Di tambah deteksi dini letak bayi yaitu normal atau tidak



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar