Kamis, Mei 17

DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA MASA NIFAS


DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA MASA NIFAS

PENDAHULUAN
Asuhan kebidanan merupakan suatu penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kebidanan pada pasien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam bidang kesehatan,  ibu pada masa hamil,  nifas dan bayi baru lahir serta keluarga berencana.  Pada periode masa nifas bidan dituntut untuk memberikan asuhan kebidanan terhadap perubahan fisik dan psikologis ibu,  dimana asuhan fisik lebih mudah diberikan karena dapat dilihat dan dinilai secara langsung,  apabia terjadi ketidaknormalan bidan langsung bisa mendeteksi dan memberikan intervensi,  sedangkan pemberian asuhan terhadap emosi dan psikologi ibu membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang lebih dari bidan. Untuk mencapai hasil yang optimal dibutuhkan kerjasama yang baik antara bidan dan keluarga.
ISI
Berikut adalah Deteksi Dini Komplikasi pada Masa Nifas:
1.      Perdarahan Pervaginam
Perdarahan pervaginam yang melebihi 500ml setelah bersalin didefinisikan sebagai perdarahan pasca persalinan,  terdapat beberapa masalah mengenai definisi ini:
a.       Perkiraan kehilangan darah biasanya tidak sebanyak yang sebenarnya,  kadang-kadang hanya setengah dari biasanya. Darah tersebut bercampur dengan cairan amnion atau dengan urine,  darah juga tersebar pada spon,  handuk dan kain di dalam ember dan lantai.
b.      Volume darah yang hilang juga bervariasi akibatnya sesuai dengan kadar hemoglobin ibu. Seorang ibu dengan kadar Hb normal akan dapat menyesuaikan diri terhadap kehilangan darah yang akan berakibat fatal pada anemia. Seorang ibu yang sehat dan tidak anemia pun dapat mengalami akibat fatal dari kehilangan darah.
c.       Perdarahan dapat terjadi dengan lambat untuk jangka waktu beberapa jam dan kondisi ini dapat tidak dikenali sampai terjadi syok.
Penilaian resiko pada saat antenatal tidak dapat memperkirakan akan terjadinya perdarahan pasca persalinan. Penanganan aktif kala III sebaiknya dilakukan pada semua wanita yang bersalin karena hal ini dapat menurunkan insiden perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri. Semua ibu pasca bersalin harus dipantau dengan ketat untuk mendiagnosis perdarahan fase persalinan.

2.      Infeksi Masa Nifas
Beberapa bakteri dapat menyebabkan infeksi setelah persalinan,  Infeksi masa nifas masih merupakanpenyebab tertinggi AKI. Infeksi alat genital merupakan komplikasi masa nifas. Infeksi yang meluas kesaluran urinary,  payudara,  dan pasca pembedahan merupakan salah satu penyebab terjadinya AKI tinggi. Gejala umum infeksi berupa suhu badan panas,  malaise,  denyut nadi cepat. Gejala lokal dapat berupa Uterus lembek,  kemerahan dan rasa nyeri pada payudara atau adanya disuria.

3.      Sakit Kepala,  Nyeri Epigastrik,  Penglihatan Kabur
Gejala-gejala ini merupakan tanda-tanda terjadinya Eklampsia post partum,  bila disertai dengan tekanan darah yang tinggi.

4.      Pembengkakan di Wajah atau Ekstrenitas.
Ini berhubungan dengan no 3.

5.      Demam,  Muntah,  Rasa Sakit Waktu Berkemih
Pada masa nifas dini sensitifitas kandung kemih terhadap tegangan air kemih di dalam vesika sering menurun akibat trauma persalinan serta analgesia epidural atau spinal. Sensasi peregangan kandung kemih juga mungkin berkurang akibat rasa tidak nyaman,  yang ditimbulkan oleh epiosomi yang lebar,  laserasi,  hematom dinding vagina.

6.      Payudara yang Berubah Menjadi Merah,  Panas,  dan Terasa Sakit.
Disebabkan oleh payudara yang tidak disusu secara adekuat,  putting susu yang lecet,  BH yang terlalu ketat,  ibu dengan diet jelek,  kurang istirahat,  anemia.

7.      Kehilangan Nafsu Makan Dalam Waktu Yang Lama
Kelelahan yang amat berat setelah persalinan dapat mengganggu nafsu makan, sehingga ibu tidak ingin makan sampai kelelahan itu hilang. Hendaknya setelah bersalin berikan ibu minuman hangat, susu, kopi atau teh yang bergula untuk mengembalikan tenaga yang hilang. Berikanlah makanan yang sifatnya ringan, karena alat pencernaan perlu istirahat guna memulihkan keadaanya kembali.

8.      Rasa sakit,  merah, lunak dan pembengkakan di kaki
Selama masa nifas dapat terbentuk thrombus sementara pada vena-vena manapun di pelvis yang mengalami dilatasi.

9.      Merasa sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya dan dirinya sendiri
Penyebabnya adalah kekecewaan emosional bercampur rasa takut yang dialami kebanyakan wanita hamil dan melahirkan,  rasa nyeri pada awal masa nifas, kelelahan akibat kurang tidur selama persalinan dan setelah melahirkan,  kecemasan akan kemampuannya untuk merawat bayinya setelah meninggalkan rumah sakit,  ketakutan akan menjadi tidak menarik lagi

PENUTUP
Kesimpulan
Peranan bidan dalam memberikan asuhan masa nifas adalah memberikan asuan yang konsisten,  ramah dan memberikan dukungan pada setiap ibu dalam proses penyembuhannya dari stress fisik akibat persalinan dan meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam merawat bayinya. Dalam proses penyesuaian ini,  dituntut kontribusi bidan dalam melaksanakan kompetensi,  keterampilan dan sensitivitas terhadap ebutuhan dan harapan setiap ibu dan keluarga. Bidan harus dapat merencanakan asuhan yang akan diberikan pada ibu sesuai dengan kebutuhan ibu tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar